Selasa, 28 Juli 2009

Teori kuantum untuk energi
Ditulis oleh Koichi Ohno pada 03-01-2009

Konsep tentang material yang terdiri dari elemen-elemen kecil telah diterima secara umum dengan ditemukannya atom, elektron dan inti. Studi lanjut terhadap radiasi termal dan efek fotolistrik menunjukkan terdapat suatu satuan unit energi yang tidak dapat dibagi lagi dan disebut sebagai kuantum energi.

Fenomena pemancaran cahaya (gelombang elektromagnetik) dari suatu bahan yang dipanaskan pada suhu tinggi, seperti pada besi dalam sebuah tungku atau elemen pemanas pada kompor listrik dikenal sebagai radiasi termal. Radiasi termal dari sebuah benda hitam di mana benda hitam adalah sebuah contoh ideal tidak terjadinya pemantulan cahaya dan fenomena radiasi ini disebut sebagai radiasi benda hitam. Pengukuran spektroskopi terhadap intensitas gelombang elektromagnetik yang dipancarkan sebagai fungsi panjang gelombang λ, atau frekuensi v, menghasilkan bentuk karakteristik dari spektra tersebut. Spektra radiasi benda hitam pada suatu temperatur menunjukkan karakteristik tertentu dan perubahan bentuknya sangat bergantung pada temperatur dan ini dapat dilihat pada Gambar 1.4.

Panjang gelombang pada titik maksimum, λmaks bergeser menuju panjang gelombang pendek jika temperatur absolutnya dinaikkan. Perkalian antara λmaks dengan T adalah mendekati konstan.



Fenomena ini dikenal sebagai hukum pergeseran Wien.

Gambar 1.4 Spektra dari radiasi benda hitam.

Pada tahun-tahun yang dimulai dari akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, tidak ada penjelasan teoritis yang dengan baik berhasil menjelaskan fenomena radiasi termal, meski terdapat beberapa usaha untuk menjelaskannya berdasarkan hukum-hukum fisika yang telah diketahui sebelumnya. Karenanya, bagi ahli fisika pada tahun-tahun itu, hal tersebut sangat membingungkan. Pada tahun 1900, Planck berhasil memperkenalkan sebuah konsep baru tentang sebuah kuantum energi yang menghasilkan perumusan yang dapat menjelaskan radiasi termal. Teori Planck ini memasukkan sebuah unit energi elementer yang berbanding lurus dengan frekuensi, v untuk setiap osilator dan mengijinkan energi dari osilator ini untuk diasumsikan sebagai perkalian bilangan bulat dari frekuensi v dan ditulis nhv. Ini adalah jumlah satuan energi minimum hv yang disebut sebagai kuantum energi dan h adalah konstanta Planck. Hasil eksperimen memberikan nilai h sebesar h = 6.6262 x 10-34 J.s.

Contoh 1. 5 Panjang gelombang maksimum radiasi termal dari sebuah kristal galium arsenida (GaAs) yang dipanaskan dalam suatu ruang vakum untuk menghasilkan semikonduktor adalah 5.0 μm pada 308oC. Hitung panjang gelombang maksimum ketika kristal dipanaskan pada suhu 400oC

(Jawaban) Hukum pergeseran Wien memberikan sebuah nilai dari hasil perkalian antara panjang gelombang maksimum λmaks dan temperatur absolut T sebagai berikut

λmaksT = (5,0μm)(308 + 273K) = 2905 μmK

Dengan demikian kita mendapatkan panjang gelombang maksimum pada suhu 400oC sebagai berikut

Konsep tentang kuantum energi kemudian oleh Einstein digunakan untuk menjelaskan efek fotolistrik dan dengan satuan minimum untuk energi hv untuk cahaya dengan frekuensi v disebut sebagai kuantum cahaya atau foton.

Efek fotolistrik adalah sebuah fenomena di mana sebuah elektron dilepaskan dari suatu bahan yang diberi pancaran cahaya, yang berarti juga penyerapan cahaya oleh bahan tersebut. Elektron ya ng dilepaskan disebut sebagai fotoelektron. Arus fotolistrik dari sebuah tabung fotolistrik diperoleh dengan meradiasi permukaan katoda, di mana studi ekstensif yang dilakukan oleh Lenard (Gambar 1.5) berhasil memperoleh gambaran yang menarik tentang efek fotolistrik.

Gambar 1.5 Hubungan antara arus foto dan tegangan balik dalam efek fotolistrik.

1. Terdapat ambang panjang gelombang λt. Tanpa bergantung pada kekuatan intensitas cahayanya, ketika diberikan gelombang cahaya yang lebih panjang dari panjang gelombang minimum, tidak ada efek fotolistrik yang diamati (Gambar 1.6.a-b). Panjang gelombang minimum (λt atau λt’) berbeda untuk bahan katoda yang berbeda (Gambar 1.6.a) dan λt untuk alkali terletak pada panjang gelombang yang lebih panjang dibandingkan dengan logam-logam yang lain.
2. Arus fotolistrik diamati seketika tepat setelah cahaya diberikan, bahkan jika intensitas cahaya yang diberikan sangat lemah (Gambar 1.6.c). Arus fotolistrik, i, berbanding lurus dengan intensitas cahaya, I (Gambar 1.6.b).
3. Ketika tegangan listrik pemberhenti, V diberikan antara anoda dan katoda sedemikian hingga fotoelektron yang dilepaskan dari katoda akan dibalikkan sebelum mencapai anoda, arus fotolistrik akan menghilang pada suatu tegangan tertentu yang disebut sebagai Vmaks (Tegangan pemberhenti maksimum). Vmaks berhubungan dengan nilai maksimum dari energi kinetik dari fotoelekton, {(1/2)mv2}maks = Vmaks. Tegangan pemberhenti maksimum tidak akan berubah meskipun intensitas cahaya yang dikenakan pada katoda ditingkatkan. Tegangan pemberhenti maksimum bergantung pada material dan panjang gelombang yang lebih pendek (atau lebih besar frekuensinya) akan memberikan tegangan pemberhenti yang semakin besar (Gambar 1.6.d)

Gambar 1.6 Gambaran atas fenomena yang teramati dalam efek fotolistrik.

Gambaran yang diberikan oleh eksperimen fotolistrik ini tidak dapat dijelaskan dengan ide sederhana bahwa elektron dalam suatu bahan dapat dilepaskan dari bahan oleh suatu aksi dari gelombang elektromagnetik. Sebagai contoh, kecenderungan umum yang mengatakan bahwa aksi gelombang elektromagnetik akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya intensitas adalah hal yang kontradiktif dengan eksperimen (1). Dikarenakan intensitas cahaya yang rendah memiliki energi yang rendah dan tidak cukup untuk melepaskan sebuah elektron, maka sejumlah waktu tertentu diperlukan untuk d apat melepaskan sebuah fotoelektron setelah dilakukan proses iradiasi, dan ini tidak konsisten dengan hasil eksperimen (2). Disamping itu, cahaya yang intens nampaknya akan meningkatkan kecepatan fotoelektron adalah bertentangan dengan hasil eksperimen (3).

Pada tahun 1905, Einstein menunjukkan bahwa efek fotolistrik dapat dijelaskan secara konsisten dalam bentuk hukum kekekalan energi, yaitu bahwa sebuah foton dengan energi sebesar hv diserap untuk menghasilkan fotoelektron. Dikarenakan sejumlah kerja W diperlukan untuk melepaskan elektron dari suatu bahan, energi dari sebuah elektron dalam bahan Ein (Ein ≤ 0) seharusnya adalah sebesar -W, dengan suatu asumsi bahwa energi dari elektron diam yang bebas dari gaya eksternal ditetapkan sama dengan 0.

(1.10)

Besarnya W (W > 0) bergantung pada jenis dari bahan. W disebut sebagai fungsi kerja untuk sebuah logam dan berhubungan dengan energi ionisasi atau potensial ionisasi jika bahan yang mengeluarkan elektron tersebut adalah sebuah atom atau molekul. Energi kinetik dari sebuah fotoelektron yang dilepaskan dengan masa m d an kecepatan v dinyatakan sebagai ½mv2. Ketika sebuah elektron yang berada pada keadaan Ein = -W diberikan sebuah foton dengan energy hv maka dan kemudian akan dilepaskan sebagai fotoelektron maka hukum kekekalan energi akan memberikan persamaan berikut.

(1.11)

Pada bagian sebelah kiri dari persamaan di atas menunjukkan penjumlahan dari energi sebuah foton dan sebuah elektron dan bagian sebelah kanan menyatakan keadaan sebuah fotoelektron yang dikeluarkan dari bahan setelah menyerap sebuah foton. Energi kinetik dari fotoelektron pada sisi kanan dari persamaan (1.11) adalah positif dan dengan demikian hv ≥ W. Dengan menggunakan hubungan untuk kecepatan cahaya c dengan frekuensi v dan panjang gelombang λ, kita memperoleh

(1.12)

Ini menjelaskan alasan mengapa efek fotolistrik tidak dapat terjadi kecuali panjang gelombang cahayanya lebih kecil dari nilai ambang sebesar λ = hc/W.

Sebagaimana diindikasikan pada Tabel 1.1, fungsi kerja W adalah suatu nilai karakteristik dari bahan. Karenanya menjadi hal yang sangat dipahami bahwa nilai ambang panjang gelombang bervariasi dan bergantung pada masing-masing bahan dikarenakan sebuah fotoelektron diproduksi oleh sebuah foton, fotoelektron akan dilepaskan seketika bahkan jika intensitas cahayanya sangat rendah dan jumlah foton yang semakin besar yang diakibatkan oleh cahaya yang semakin intens akan mengakibatkan arus fotoelektron yang semakin membesar seiring dengan meningkatnya jumlah fotoelektron. Persamaan untuk kekekalan energi, eVmaks = hv – W , menjelaskan fakta eksperimental pada Gambar 1.6.d. Sehingga cahaya dengan frekuensi v kemudian dipahami sebagai foton yang bersifat sebagai partikel dengan energi karakteristi sebesar hv.

Contoh 1.6. Ambang panjang gelombang untuk sebuah plat tembaga ditentukan sebesar 255 nm dalam sebuah eksperimen fotolistrik. Carilah fungsi kerja untuk tembaga dalam satuan J atau eV.

(Jawaban) Rumus untuk efek fotoelektrik akan memberikan hubungan antara fungsi kerja dan ambang panjang gelombang λt.

Sehingga,
Mengendarai Kuantum Menuju Komputer Fotonik

Suatu ketika Hamlet berkata pada Horotio : masih lebih banyak lagi sesuatu di sorga dan di bumi dari pada apa yang dimimpikan dalam filsafatmu, Horotio. Kalimat tersebut barangkali tepat pula bila ditujukan kepada para fisikawan di akhir abad ke-19. Memasuki permulaan abad ke-19, perkembangan dalam penelitian fisika klasik dapat dikatakan tidak mengalami kemajuan yang berarti. Pada saat itu, hampir semua bidang studi yang berhubungan dengan fisika, seperti mekanika, gelombang, bunyi, optik, listrik, magnet dan sebagainya telah dikuasai semuanya. Menjelang akhir abad ke-19, sebagian besar fisikawan merasa puas dengan pengetahuan yang mereka kuasai. Mereka mengira bahwa setiap hal penting dalam fisika sudah diketahui, dan merasa tidak akan ada lagi penemuan-penemuan besar untuk menjelaskan fenomena alam. Persoalan-persoalan yang masih ada dalam fisika diyakini akan dapat dipecahkan menggunakan kerangka teori yang suatu ketika dapat ditemukan.
Teori Kuantum
Pada tahun 1900, fisikawan berkebangsaan Jernam Max Planck (1858-1947), memutuskan untuk mempelajari radiasi benda hitam. Beliau berusaha untuk mendapatkan persamaan matematika yang menyangkut bentuk dan posisi kurva pada grafik distribusi spektrum. Planck menganggap bahwa permukaan benda hitam memancarkan radiasi secara terus-menerus, sesuai dengan hukum-hukum fisika yang diakui pada saat itu. Hukum-hukum itu diturunkan dari hukum dasar mekanika yang dikembangkan oleh Sir Isaac Newton. Namun dengan asumsi tersebut ternyata Planck gagal untuk mendapatkan persamaan matematika yang dicarinya. Kegagalan ini telah mendorong Planck untuk berpendapat bahwa hukum mekanika yang berkenaan dengan kerja suatu atom sedikit banyak berbeda dengan hukum Newton.

Max Planck mulai dengan asumsi baru, bahwa permukaan benda hitam tidak menyerap atau memancarkan energi secara kontinyu, melainkan berjalan sedikit demi sedikit dan bertahap-tahap. Menurut Planck, benda hitam menyerap energi dalam berkas-berkas kecil dan memancarkan energi yang diserapnya dalam berkas-berkan kecil pula. Berkas-berkas kecil itu selanjutnya disebut kuantum. Teori kuantum ini bisa diibaratkan dengan naik atau turun menggunakan tangga. Hanya pada posisi-posisi tertentu, yaitu pada posisi anak tangga kita dapat menginjakkan kaki, dan tidak mungkin menginjakkan kaki di antara anak-anak tangga itu. Dengan hipotesa yang revolusioner ini, Planck berhasil menemukan suatu persamaan matematika untuk radiasi benda hitam yang benar-benar sesuai dengan data percobaan yang diperolehnya. Persamaan tersebut selanjutnya disebut Hukum Radiasi Benda Hitam Planck yang menyatakan bahwa intensitas cahaya yang dipancarkan dari suatu benda hitam berbeda-beda sesuai dengan panjang gelombang cahaya. Planck mendapatkan suatu persamaan : E = hn, yang menyatakan bahwa energi suatu kuantum (E) adalah setara dengan nilai tetapan tertentu yang dikenal sebagai tetapan Planck (h), dikalikan dengan frekwensi (n) kuantum radiasi.
Hipotesa Planck yang bertentangan dengan teori klasik tentang gelombang elektromagnetik ini merupakan titik awal dari lahirnya teori kuantum yang menandai terjadinya revolusi dalam bidang fisika. Terobosan Planck merupakan tindakan yang sangat berani karena bertentangan dengan hukum fisika yang telah mapan dan sangat dihormati. Dengan teori ini ilmu fisika mampu menyuguhkan pengertian yang mendalam tentang alam benda dan materi. Planck menerbitkan karyanya pada majalah yang sangat terkenal. Namun untuk beberapa saat, karya Planck ini tidak mendapatkan perhatian dari masyarakat ilmiah saat itu. Pada mulanya, Planck sendiri dan fisikawan lainnya menganggap bahwa hipotesa tersebut tidak lain dari fiksi matematika yang cocok. Namun setelah berjalan beberapa tahun, anggapan tersebut berubah hingga hipotesa Planck tentang kuantum dapat digunakan untuk menerangkan berbagai fenomena fisika.
Pengakuan terhadap Teori Kuantum
Teori kuantum sangat penting dalam ilmu pengetahuan karena pada prinsipnya teori ini dapat digunakan untuk meramalkan sifat-sifat kimia dan fisika suatu zat. Pengakuan terhadap hasil karya Planck datang perlahan-lahan karena pendekatan yang ditempuhnya merupakan cara berfikir yang sama sekali baru. Albert Einstein misalnya, menggunakan konsep kuantum ini untuk menjelaskan efek foto listrik yang diamatinya. Efek foto listrik merupakan fenomena fisika berupa pancaran elektron dari permukaan benda apabila cahaya dengan energi tertentu menimpa permukaan benda itu. Semua logam dapat menunjukkan fenomena ini. Penjelasan Einstein mengenai efek foto listrik itu terbilang sangat radikal, sehingga untuk beberapa waktu tidak diterima secara umum. Namun ketika Einstein menerbitkan hasil karyanya pada tahun 1905, penjelasannya memperoleh perhatian luas di kalangan fisikawan. Dengan demikian, penerapan teori kuantum untuk menjelaskan efek foto listrik telah mendorong ke arah perhatian yang luar biasa terhadap teori kuantum dari Planck yang sebelumnya diabaikan.

Pada tahun 1913, Niels Bohr, fisikawan berkebangsaan Swedia, mengikuti jejak Einstein menerapkan teori kuantum untuk menerangkan hasil studinya mengenai spektrum atom hidrogen. Bohr mengemukakan teori baru mengenai struktur dan sifat-sifat atom. Teori atom Bohr ini pada prinsipnya menggabungkan teori kuantum Planck dan teori atom dari Ernest Rutherford yang dikemukakan pada tahun 1911. Bohr mengemukakan bahwa apabila elektron dalam orbit atom menyerap suatu kuantum energi, elektron akan meloncat keluar menuju orbit yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika elektron itu memancarkan suatu kuantum energi, elektron akan jatuh ke orbit yang lebih dekat dengan inti atom.
Dengan teori kuantum, Bohr juga menemukan rumus matematika yang dapat dipergunakan untuk menghitung panjang gelombang dari semua garis yang muncul dalam spektrum atom hidrogen. Nilai hasil perhitungan ternyata sangat cocok dengan yang diperoleh dari percobaan langsung. Namun untuk unsur yang lebih rumit dari hidrogen, teori Bohr ini ternyata tidak cocok dalam meramalkan panjang gelombang garis spektrum. Meskipun demikian, teori ini diakui sebagai langkah maju dalam menjelaskan fenomena-fenomena fisika yang terjadi dalam tingkatan atomik.
Teori kuantum dari Planck diakui kebenarannya karena dapat dipakai untuk menjelaskan berbagai fenomena fisika yang saat itu tidak bisa diterangkan dengan teori klasik. Pada tahun 1918 Planck memperoleh hadiah Nobel bidang fisika berkat teori kuantumnya itu. Dengan memanfaatkan teori kuantum untuk menjelaskan efek foto listrik, Einstein memenangkan hadiah Nobel bidang fisika pada tahun 1921. Selanjutnya Bohr yang mengikuti jejak Einstein menggunakan teori kuantum untuk teori atomnya juga dianugerahi hadiah Nobel Bidang fisika tahun 1922.

Tiga hadiah Nobel fisika dalam waktu yang hampir berurutan di awal abad ke-20 itu menandai pengakuan secara luas terhadap lahirnya teori mekanika kuantum. Teori ini mempunyai arti penting dan fundamental dalam fisika. Di antara perkembangan beberapa bidang ilmu pengetahuan di abad ke-20, perkembangan mekanika kuantum memiliki arti yang paling penting, jauh lebih penting dibandingkan teori relativitas dari Einstein. Oleh sebab itu, Planck dianggap sebagai Bapak Mekanika Kuantum yang telah mengalihkan perhatian penelitian dari fisika makro yang mempelajari objek-objek tampak ke fisika mikro yang mempelajari objek-objek sub-atomik. Dengan adanya perombakan dalam penelitian fisika yang dimulai sejak memasuki abad ke-20 ini, maka perhatian orang mulai tertuju ke arah penelitian atom, dan melalui penjelasan teori kuantum inilah manusia mampu mengenali atom dengan baik.

Sebagai konsekwensi atas beralihnya bidang kajian dalam fisika ini, maka muncullah beberapa disipilin ilmu spesialis seperti fisika nuklir dan fisika zat padat. Fisika nuklir yang perkembangannya cukup kontraversial kini menawarkan berbagai macam aplikasi praktis yang sangat bermanfaat dalam kehidupan. Energi nuklir misalnya, saat ini telah mensuplai sekitar 17 % kebutuan energi listrik dunia. Sedang perkembangan dalam fisika zat pada telah mengantarkan ke arah revolusi dalam bidang mikro elektronika, dan kini sedang menuju ke arah nano elektronika.
Cairan Kuantum
Setelah berumur hampir seabad, teori kuantum masih tetap mendapatkan perhatian yang sangat besar di kalangan fisikawan. Hal ini terbukti dengan dimenagkannya hadiah Nobel bidang fisikat untuk tahun 1998 ini oleh tiga kampium fisika kuantum akhir abad 20. Komite Nobel Karolinska Institute di Stockholm, Swedia, pada tanggal 13 Oktober 1998 mengumunkan Prof. Robert B. Laughlin (universitas Stanford, California), Prof. Daniel C. Tsui (Universitas Princeton) dan Prof. Horst L. Stoemer (fisikawan berkebangsaan Jerman yang bekerja di Universitas Columbia, New York dan sebagai peneliti di Bell Labs, New Yersey) sebagai nobelis fisika tahun 1998.
Pada tahun 1982, Horst L. Stoemer dan Daniel C. Tsui melakukan eksperimen dasar menggunakan medan magnet sangat kuat pada temperatur rendah berupa superkonduktor yang didinginkan helium cair. Para nobelis fisika itu berjasa dalam penemuan mekanisme aksi elektron dalam medan magnet kuat sehingga membentuk partikel-partikel elementer baru yang bermuatan mirip elektron. Pada tahun yang bersamaan, Robert B. Laughlin juga menginformasikan fenomena serupa. Melalui analisa fisika teori, mereka berhasil menunjukkan bahwa elektron-elektron dalam medan magnet sangat kuat dapat berkondensasi membentuk semacam cairan sehingga melahirkan apa yang disebut sebagai cairan kuantum.

Hasil yang diperoleh ketiga fisikawan tadi sangat penting artinya bagi para peneliti dalam memahami struktur suatu materi, termasuk pembuatan aneka perangkat superkonduktor. Temuan itu juga merupakan terobosan dalam pengembangan teori dan eksperimen fisika kuantum serta pengembangan konsep-konsep baru dalam beberapa cabang fisika moderen. Para nobelis fisika sama-sama mempunyai latar belakang riset dalam pengembangan fisika kuantum yang mempunyai peran penting bagi kemajuan riset pengembangan perangkat fotonik. Temuan para nobelis fisika tahun 1998 ini telah memungkinkan efek kuantum menjadi mudah diamati. Fenomena Efek Hall (Hall effect) dalam fisika yang pertama kali dilaporkan oleh Edwin H. Hall pada tahun 1879 dan sangat menakjubkan itu, kini seakan-akan dapat diamati oleh para fisikawan di manapun.
Komputer Fotonik
Kiprah mekanika kuantum di masa-masa mendatang barang kali masih akan tetap diperhitungkan. Misteri lain yang mungkin lebih besar barangkali masih tersimpan dalam teori kuantum itu. Paling tidak para ilmuwan berharap, dengan mengendarai kuantum mereka akan sampai pada tujuan mewujudkan impian berupa hadirnya perangkat fotonik serta gagasan pembuatan komputer fotonik (komputer kuantum) yang akan mencerahkan kehidupan manusia di awal milenium ketiga ini.
Arun N. Netravali, ilmuwan berdarah India yang menjabat Vice President Research Lucent Technology dan Direktur Bell Labs di AS, telah melakukan terobosan dalam proses pembuatan prosesor fotonik, sehingga beliau pada tahun 1998 menerima penghargaan tertinggi dari perusahaan elektronik NEC, Jepang. Basis dari perangkat fotonik ini bukan lagi pada teknologi silikon seperti yang saat ini banyak diaplikasikan, melainkan mulai bergerak menuju teknologi foton yang memanfaatkan cahaya.
Para ilmuwan sebetulnya sudah sejak lama berusaha mencari alternatif lain dalam mengembangkan komputer elektronik. Mereka umumnya melirik jalam untuk beralih dari komputer elektronik ke komputer fotonik. Banyak kelebihan yang dimiliki komputer fotonik ini jika kelak benar-benar bisa diwujudkan, yaitu :

* Pada komputer elektronik sinyal dibawa oleh berkas elektron, sedang pada komputer fotonik sinyal itu dibawa oleh foton (gelombang elektromagnetik) dalam bentuk cahaya tampak.
* Gerak atau cepat rambat foton cahaya paling tidak mencapai tiga kali lebih cepat dibandingkan cepat rambat elektron. Oleh sebab itu, komputer fotonik akan bekerja jauh lebih cepat dibandingkan komputer elektronik yang saat ini beredar.
* Semua cahaya tidak dapat saling mengganggu (berinterferensi) kecuali jika cahaya-cahaya itu berasal dari satu sumber. Di samping itu, cahaya dapat merambat di dalam serat optis yang lebih ringan dibandingkan logam (tembaga) yang saat ini dipakai sebagai media aliran elektron pada komputer elektronik.
* Pada komputer elektronik data disimpan dalam medium dua dimensi seperti pita magnetik dan yang lainnya, sedang pada komputer fotonik data dapat disimpan secara tiga dimensi dalam medium yang ketebalannya berorde mikro meter. Jadi satu penyimpan fotonik bisa memiliki kapasitas yang setara dengan ribuan penyimpan elektronik.

Kini para ilmuwan telah berhasil menghadirkan sumber cahaya dalam bentuk laser semikonduktor dan LED (Light Emitting Diode) yang dapat dipakai sebagai sumber pembawa sinyal pada komputer fotonik. Teknologi serat optis pun sudah berkembang sedemikian rupa sehingga siap mendukung tampilnya perangkat fotonik. Riset menuju terwujudnya komputer fotonik berkembang sangat pesat dan telah mencapai tingkat yang sangat mengagumkan. Tidak mustahil jika komputer fotonik ini akan segera hadir di hadapan kita dan ikut meramaikan unjuk kecanggihan teknologi moderen di awal milenium tiga ini.

Mukhlis Akhadi
Ahli Peneliti Muda di Badan Tenaga Nuklir Nasional
Pasar Jumat, Jakarta
PERSAMAAN MAXWELL YANG MENGAGUMKAN

1




Fenomena optik (cahaya) merupakan salah satu fenomena gelombang

elektromagnetik sehingga untuk mengerti fenomena ini dan dapat mengaplikasikannya

harus dimengerti teori mengenai gelombang elektromagnetik. Sir Isaac Newton

mengemukakan teori tentang cahaya dimana cahaya merupakan aliran partikel-partikel

yang disebut corpuscular (tahun 1675), teori ini ditentang oleh Christiaan Huygens yang

mengemukakan teori kalau cahaya itu adalah gelombang (tahun 1678). Teori cahaya

adalah gelombang mendapat dukungan dari Thomas Young dan Augustin Fresnel dengan

mengemukan kalau cahaya adalah jenis gelombang transversal (arah getaran tegak lurus

dengan arah rambatan, tahun 1817), teori cahaya sebagai gelombang ini dipakai karena

mampu menjelaskan fenomena cahaya yang tak dapat dijelaskan oleh teori corpuscular

yaitu interferensi dan difraksi. Namun demikian sampai pertengahan abad 19 para

fisikawan masih tak mengetahui apa nature dari cahaya, sampai pada tahun 1873, James

Clerk Maxwell mengemukan bahwa nature dari cahaya adalah gelombang

elektromagnetik dan memprediksi adanya gelombang elektromagnetik lain selain cahaya

yaitu gelombang radio (dibuktikan secara eksprimen oleh Heinrich Hertz (tahun 1894)).

Teori tentang gelombang elektromagnetik ini diturunkan dari formulasi yang dikenal

dengan 4 persamaan Maxwell, sebenarnya merupakan formula dari fisikawan sebelumnya

yaitu Ampere, Gauss, Lentz dan Faraday Maxwell hanya mengkontribusi satu rumus

sebagai tambahan pada Hukum Ampere (arus listrik menimbulkan medan magnet) , itu-

pun dengan menggunakan intuisi simetris dari hukum Faraday (perubahan flux medan

magnet menimbulkan medan listrik, maka Maxwell berpendapat kalau perubahan flux


2


medan listrik akan menimbulkan medan magnet). Namun Maxwell dapat membuat 4

formulasi itu menjadi satu kesatuan teori yang ‘menakjubkan’, sehingga dia dapat

menurunkan teori gelombang elektromagnetiknya dari ke-4 formula tersebut (misalnya

mendapatkan rumus untuk kecepatan cahaya yang murni diturunkan secara teoritis dari 4

formula tersebut). Bukan hanya tentang cahaya, bahkan teori yang menjadi dasar dalam

analisa rangkaian listrik seperti Hukum Ohm, Kirchoff 1 dan 2 dapat diturunkan dari

formula ini. Persamaan Maxwell ini menjadi pilar fisika klasik disamping Hukum

Newton tentang gerak dan gravitasi, bahkan walaupun Hukum Newton tidak berlaku

dalam teori relativistik Einstein, persamaan Maxwell tetap berlaku (otomatis bersifat

relativistik) ini membuat seorang Proffesor Tjian May On (guru besar Fisika ITB)

mengatakan “Yang paling membuat saya merinding adalah persamaan Maxwell, itu

persamaan klasik, of course nonquantum mechanics karena dia gelombang, tidak

bicara tentang foton. Dipihak lain, meski tidak manifestly covariant persamaan

Maxwell itu memang relativistik. Waktu pak Maxwell, belum ada relativitas, tapi karya

besar itu kok otomatis relativistik.”1

Teori tentang optik (cahaya) sebagai gelombang elektromagnetik berdasarkan

persamaan Maxwell (optika klasik) dilengkapi oleh teori fisika kuantum yang

memandang cahaya juga bersifat partikel (foton), dan dikembangkan menjadi

elektrodinamika kuantum (optika kuantum) yang dibidani oleh Richard Feynman. Teori

ini bersama dengan persamaan Maxwell ini membawa ke suatu bidang teknologi yang

disebut teknologi fotonic (optika modern), salah satu bidang teknologi fotonic adalah

Intergrated Optics (IO). Walaupun kecepatan komponen elektronik saat ini sedemikian


1 Diambil dari website tokoh indonesia : http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/t/tjia-may-
on/index.shtm1

3


tinggi, banyak yang menduga bahwa batas kecepatan tertinggi untuk komponen

elektronik sudah sangat dekat, sehingga diperlukan terobosan teknologi baru yang

mampu bekerja dengan respons yang lebih tinggi lagi dan IO ini memberikan jawaban.

Persamaan antara IC (Integrated Circuit) dan IO adalah keduanya mengendalikan dan

memroses data. Bedanya, pada IC yang diproses adalah sinyal elektronik, sedangkan

pada IO yang diproses adalah sinyal cahaya atau foton. Boleh dikatakan persamaan

Maxwell ini-lah bersama dengan penemuan fisika kuantum yang menjadikan abad 20

menjadi abad elektronik dan pada abad ke-20 maka kembali persamaan Maxwell bersama

dengan fisika kuantum akan menjadikan abad ke-21 sebagai abad fotonic.

Jumat, 24 Juli 2009

sherina

sebelumnya tak ada yang mampu

mengajakku untuk bertahan

di kala sedih


sebelumnya ku ikat hatiku

hanya untuk aku seorang

sekarang kau di sini hilang rasanya

semua bimbang tangis kesepian


reff:

kau buat aku bertanya

kau buat aku mencari

tentang rasa ini

aku tak mengerti

akankah sama jadinya

bila bukan kamu

lalu senyummu menyadarkanku

kau cinta pertama dan terakhirku


sebelumnya tak mudah bagiku

tertawa sendiri di kehidupan

yang kelam ini


sebelumnya rasanya tak perlu

membagi kisahku saat ada yang mengerti

sekarang kau di sini hilang rasanya

semua bimbang tangis kesepian


repeat reff


bila suatu saat kau harus pergi

jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik

karena senyummu menyadarkanku

kaulah cinta pertama dan terakhirku


repeat reff



Koleksi Sherina yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Sherina – Cinta Pertama Dan Terakhir
Gambar Artis Indonesia




Download Youtube Video Clip Sherina – Cinta Pertama Dan Terakhir
Foto Artis Indonesia

Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini

jpnn

Fenomena tersebut bakal terlihat jelas di India dan Tiongkok. Seluruh Kota Shanghai di Tiongkok dan pulau-pulau di selatan Jepang akan gelap total selama sekitar lima menit.

Gerhana kali ini bakal berlangsung selama enam menit 39 detik pada titik maksimum atau diprediksi terlama dalam satu abad terakhir. Gerhana matahari total sebelumnya, yang terjadi pada Agustus 2008, hanya berlangsung selama dua menit 27 detik.

Tak heran bila para fotografer, pengamat amatir, dan tim ilmuwan berbondong-bondong ke Tiongkok dan India untuk menyaksikan fenomena tersebut. Para astronom juga berharap gerhana tersebut akan mengungkap sejumlah petunjuk mengenai matahari.

Gerhana bakal terlihat kali pertama di Teluk Khambhat, utara Kota Mumbai, India, subuh hari ini. Selanjutnya, gerhana akan bergerak ke timur India, Nepal, Myanmar, Bangladesh, Bhutan, dan Tiongkok sebelum akhirnya mencapai wilayah Pasifik. Gerhana juga akan melintasi pulau-pulau selatan Jepang dan terlihat paling jauh dari daratan Pulau Nikumaroro di Kiribati, Pasifik Selatan.

Selain itu, gerhana parsial akan terlibat di banyak negara Asia. Termasuk, wilayah Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Di Indonesia, gerhana parsial tersebut diperkirakan terjadi pukul 08.30. Ini terutama terlihat di Jawa dan Sumatera. Selanjutnya, gerhana akan terlihat di wilayah lain Indonesia hingga pukul 10.00.

Bagi para astronom, gerhana total itu akan menjadi peluang untuk memandangi langsung korona (cincin) matahari dalam waktu relatif lama. Benda yang menyerupai cincin putih itu berjarak 1 juta kilometer dari permukaan matahari.

Suhu korona mencapai 2 juta derajat. Tapi, kami tidak tahu mengapa begitu panas, ujar Lucie Green dari University College, London. Yang akan kami lihat adalah gelombang di korona. Gelombang itu mungkin memproduksi energi yang ikut memanaskan korona, lanjut Green.

Para ilmuwan berharap bahwa gerhana nanti akan memberikan petunjuk atas kobaran api dan struktur-struktur lain matahari. Juga menjelaskan kenapa kobaran api tersebut bisa meletus, kata Alphonse Sterling, ilmuwan astrofisika dari NASA.

Manusia telah merekam gerhana matahari selama 4 ribu tahun. Kami harus menunggu beberapa ratus tahun untuk mendapat kesempatan lain mengamati gerhana matahari yang berlangsung selama ini. Jadi, ini kesempatan yang langka sangat special, tutur Shao Zhenyi, astronom di Shanghai Astronomical Observatory.

Sumber : Bengkulu Ekspress (22 Juli 2009)

» kirim ke teman
» versi cetak

ternyata bulan semakin menjauh


Bulan Ternyata Makin Menjauh...
Yulvianus Harjono

Pada suatu masa—jutaan tahun ke depan—keturunan kita tidak akan bisa melihat bulan seperti sekarang.

Tidak ada lagi fenomena gerhana matahari ataupun bulan total, kecuali dalam jejak rekam sejarah sains. Lambat, tetapi pasti bulan semakin bergerak menjauh dari bumi.

Bukan tanpa alasan Neil Armstrong—manusia pertama yang menginjakkan kakinya di bulan—meninggalkan jejak panel reflektor yang terdiri atas 100 cermin beberapa menit sebelum dia meninggalkan bulan pada 21 Juli 1969. Reflektor inilah yang kemudian menuntun manusia pada penemuan fakta mencengangkan.

Memanfaatkan reflektor yang tertinggal di bulan, Prof Carrol Alley, fisikawan dari University of Maryland, Amerika Serikat, mengamati pergerakan orbit bulan. Caranya adalah dengan menembakkan laser dari observatorium ke reflektor di bulan. Di luar dugaan, dari hasil pengamatan tahunan, jarak bumi-bulan yang terekam dari laju tempuh laser bumi-bulan terus bertambah.

Diperkuat sejumlah pengamatan di McDonald Observatory, Texas, AS, dengan menggunakan teleskop 0,7 meter diperoleh fakta bahwa jarak orbit bulan bergerak menjauh dengan laju 3,8 sentimeter per tahun.

Para ahli meyakini, 4,6 miliar tahun lalu, saat terbentuk, ukuran bulan yang terlihat dari bumi bisa 15 kali lipat daripada sekarang. Jaraknya saat itu hanya 22,530 kilometer, seperduapuluh jarak sekarang (385.000 km).

Seandainya manusia sudah hidup pada masa itu, hari-hari yang dijalankan terasa lebih cepat. Hitungan kalender pun bakal berbeda. Bagaimana tidak, jika dalam sebulan waktu edar mengelilingi bumi hanya 20 hari, bukan 29-30 hari seperti sekarang. Rotasi bumi ketika itu pun berlangsung lebih cepat, hanya 18 jam sehari.

Jutaan tahun dari sekarang, seiring dengan menjauhnya bulan, hari-hari di bumi pun akan semakin lama, hingga mencapai 40 hari dalam sebulan. Hari pun bisa berlangsung semakin lama, hingga 30 jam. Lantas, mengapa ini bisa terjadi?

Takaho Miura dari Universitas Hirosaki, Jepang, dalam jurnal Astronomy & Astrophysics mengemukakan, jika bumi dan bulan, termasuk matahari, saling mendorong dirinya. Salah satunya, ini dipicu interaksi gaya pasang surut air laut.

Gaya pasang surut yang diakibatkan bulan terhadap lautan di bumi ternyata berangsur-angsur memindahkan gaya rotasi bumi ke gaya pergerakan orbit bulan. Akibatnya, tiap tahun orbit bulan menjauh. Sebaliknya, rotasi bumi melambat 0,000017 detik per tahun.

Stabilitas iklim

Fakta menjauhnya orbit bulan ini menjadi ancaman tidak hanya populasi manusia, tetapi juga kehidupan makhluk hidup di bumi. Pergerakan bulan, seperti diungkapkan Dr Jacques Laskar, astronom dari Paris Observatory, berperan penting menjaga stabilitas iklim dan suhu di bumi.

”Bulan adalah regulator iklim bumi. Gaya gravitasinya menjaga bumi tetap berevolusi mengelilingi matahari dengan sumbu rotasi 23 derajat. Jika gaya ini tidak ada, suhu dan iklim bumi akan kacau balau. Gurun Sahara bisa jadi lautan es, sementara Antartika menjadi gurun pasir,” ucapnya kepada Science Channel.

Sejumlah penelitian menyebutkan, pergerakan bulan juga berpengaruh terhadap aktivitas makhluk hidup. Terumbu karang, misalnya, biasa berkembang biak, mengeluarkan spora, ketika air pasang yang disebabkan bulan purnama tiba.

Bulan penuh juga dipercaya meningkatkan perilaku agresif manusia. Di Los Angeles, AS, kepolisian wilayah setempat biasanya akan lebih waspada terhadap peningkatan aktivitas kriminal saat purnama.

Menjauhnya bulan dari bumi diyakini ahli geologis juga berpengaruh terhadap aktivitas lempeng bumi. Beberapa ahli telah lama menghubungkan kejadian sejumlah gempa dengan aktivitas bulan. ”Kekuatan yang sama yang menyebabkan laut pasang ikut memicu terangkatnya kerak bumi,” ucap Geoff Chester, astronom yang bekerja di Pusat Pengamatan Angkatan Laut AS, seperti dikutip dari National Geographic.

Beberapa kejadian gempa besar di Tanah Air yang pernah tercatat diketahui juga terkait dengan pergerakan bulan. Gempa-tsunami Nanggroe Aceh Darussalam (2004), Nabire (2004), Simeuleu (2005), dan Nias (2005) terjadi saat purnama. Gempa Mentawai (2005) dan Yogyakarta (2005) terjadi pada saat bulan baru dan posisi bulan di selatan.

Misi terbaru NASA

Kini, bulan sebagai tetangga terdekat bumi kembali menjadi perhatian riset astronomi di dunia. Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) pada Jumat (19/6) meluncurkan wahana LCRoS (Lunar Crater Observation and Sensing Satellite) di Cape Canaveral, AS. Wahana ini adalah bagian dari misi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO), yaitu persiapan program mengembalikan astronot ke bulan tahun 2020 setelah terakhir dilakukan pada 1969-1972 (Reuters, 18/6).

Sasaran utama misi LCRoS untuk memastikan ada tidaknya air beku yang dipercaya berada di kawasan kawah gelap dekat kutub bulan. Dibantu dengan LRO yang memetakan permukaan di bulan secara detail, kedua misi baru ini mengisyaratkan hal besar: menancapkan tonggak baru soal kemungkinan membangun koloni di luar bumi!

Namun, dengan penuh kerendahan hati, Craig Tooley, LRO Project Manager, mengatakan, ”Pengetahuan kita tentang bulan secara keseluruhan saat ini masih minim. Kita punya peta lebih baik tentang Mars, tetapi tidak untuk bulan kita sendiri.”

Sumber : Kompas (22 Juni 2009)

revisi terakhir : 10 Juli 2009

Kamis, 23 Juli 2009

gelombang elektromagnetik

Spektrum elektromagnetik

Spektrum elektromagnetik adalah rentang semua radiasi elektromagnetik yang mungkin. Spektrum elektromagnetik dapat dijelaskan dalam panjang gelombang, frekuensi, atau tenaga per foton. Spektrum ini secara langsung berkaitan (lihat juga tabel dan awalan SI):

* Panjang gelombang dikalikan dengan frekuensi ialah kecepatan cahaya: 300 Mm/s, yaitu 300 MmHz
* Energi dari foton adalah 4.1 feV per Hz, yaitu 4.1μeV/GHz
* Panjang gelombang dikalikan dengan energy per foton adalah 1.24 μeVm

Spektrum elektromagnetik dapat dibagi dalam beberapa daerah yang terentang dari sinar gamma gelombang pendek berenergi tinggi sampai pada gelombang mikro dan gelombang radio dengan panjang gelombang sangat panjang. Pembagian ini sebenarnya tidak begitu tegas dan tumbuh dari penggunaan praktis yang secara historis berasal dari berbagai macam metode deteksi. Biasanya dalam mendeskripsikan energi spektrum elektromagnetik dinyatakan dalam elektronvolt untuk foton berenergi tinggi (di atas 100 eV), dalam panjang gelombang untuk energi menengah, dan dalam frekuensi untuk energi rendah (λ ≥ 0,5 mm). Istilah "spektrum optik" juga masih digunakan secara luas dalam merujuk spektrum elektromagnetik, walaupun sebenarnya hanya mencakup sebagian rentang panjang gelombang saja (320 - 700 nm)[1].

tahukah anda

Tahukah anda kalau orang yang kelihatan begitu tegar hatinya,
adalah orang yang sangat lemah dan butuh pertolongan?

Tahukah anda kalau orang yang menghabiskan waktunya untuk melindungi orang lain,
adalah justru orang yang sangat butuh seseorang untuk melindunginya?

Tahukah anda kalau tiga hal yang paling sulit untuk diungkapkan
adalah “aku cinta kamu”, “maafkan aku” dan “tolong aku” ?

Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian warna merah,
adalah orang yang lebih yakin kepada dirinya sendiri?

Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian kuning,
adalah orang yang menikmati kecantikannya sendiri?

Tahukah anda kalau orang yang suka berpakaian hitam,
adalah orang yang ingin tidak diperhatikan, butuh bantuan dan pengertian anda?

Tahukah anda kalau anda menolong seseorang,
pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat?

Tahukah anda bahwa lebih mudah mengatakan perasaan anda dalam tulisan
dibandingkan mengatakan kepada seseorang secara langsung?
Tapi tahukah anda bahwa hal tsb akan lebih bernilai saat anda mengatakannya dihadapan orang tersebut?

Tahukah anda kalau anda memohon sesuatu dengan keyakinan,
keinginan anda tersebut pasti akan dikabulkan?

Tahukah anda bahwa anda bisa mewujudkan impian anda,
seperti jatuh cinta, menjadi kaya, selalu sehat?
Jika anda memintanya dengan keyakinan, dan jika anda benar-benar tahu,
anda akan terkejut dengan apa yang bisa anda lakukan.

Tapi jangan percaya semua yang saya katakan, sebelum anda mencobanya sendiri.
Jika anda tahu seseorang yang benar2 butuh sesuatu yg saya sebutkan diatas,
dan anda tahu anda bisa menolongnya, anda akan melihat bahwa pertolongan tersebut akan dikembalikan dua kali lipat.

Hari ini, bola persahabatan ada dilapangan anda, sampaikan ini kepada orang yang benar-benar menjadi sahabat anda (termasuk saya jika saya juga sahabat). Jangan merasa kecewa jika tidak ada seseorang yang mengirimkannya kembali kepada anda, anda akan mengetahui bahwa anda akan tetap menjaga bola persahabatan ini untuk yang lainnya.***

Rabu, 22 Juli 2009

UFO

Puluhan UFO Muncul di Indonesia
Budi Winoto

(istimewa)

INILAH.COM, Jakarta - Wilayah Indonesia tampaknya sering menjadi perlintasan UFO. Memang belum ada tanda-tanda benda asing itu mendarat di Indonesia namun bisa jadi merupakan jalur perlintasan antar pangkalan oleh makhluk alien ini.

Munculnya puluhan obyek tak dikenal atau UFO dari seluruh Indonesia dilaporkan oleh komunitas pemerhati UFO di Indonesia. Dalam laporannya, Beta-UFO menyebut, terdapat 35 penampakan UFO dari seluruh Indonesia selama 2008 saja.

“Tidak ada yang khusus dan spektakuler, karena umumnya melihat UFO dalam posisi terbang. Yang lebih menarik, jika pemunculan disertai dengan pendaratan bahkan kalau memungkinkan terlihat awaknya,” kata Direktur Beta-UFO Nur Agustinus, kemarin.

Beberapa penampakan UFO yang dicatat Beta-UFO diantaranya pada 9 Januari 2008 dengan munculnya benda berbentuk kapsul dengan garis hitam di tengah. Sementara benda berbetuk piring dan berwarna hitam, muncul di Bandung pada Januari 2008. Benda serupa juga muncul di Batam pada Maret 2008.

Pada 25 Februari 2008 cahaya emas terlihat di langit Medan. Tak lama kemudian pesawat berbentuk pipih keluar dari awan gelap. Terdapat dua lampu besar kuning, bercahaya sangat terang. Benda itu bergerak dan menghilang tanpa jejak.

Batam tampaknya tempat paling sering terjadi penampakan UFO. Sebuah benda putih menyerupai kaca berbentuk bulat, muncul di wilayah itu dan mengeluarkan cahaya terang warna-warni.

Nur Agustinus mengatakan laporan penampakan itu ditindaklanjuti oleh Beta-UFO. Namun karena jauhnya lokasi anggota komunitas, maka penelitian biasanya dilakukan sendiri secara terpisah dan hasilnya dilaporkan paad Beta-UFO.

Ia menambahkan anggota komunitas Beta-UFO tidak semuanya peneliti atau mengamati UFO secara mendalam. Tapi umumnya ada tiga profesi bila berhubungan dengan UFO. UFO Hunters merupakan orang yang mencari UFO secara khusus dan berusaha memotret atau memvideokannya.

Sementara UFO Investigator lebih dalam melakukan penelitian lapangan jika ada laporan penampakan, juga mewawancarai para saksi mata atau yang berkaitan dengan hal itu.

“Kalau UFO Researcher, mereka yang melakukan penelitian dan analisa

berdasarkan informasi yang diperoleh. Saya pribadi memfokuskan diri sebagai UFO Researcher,” kata Nur Agustinus.

Ia menambahkan posisi Indonesia di khatulistiwa tidak memberikan keuntungan khusus. Namun Indonesia bisa jadi merupakan jalur perlintasan antar pangkalan yang dimiliki oleh makhluk alien di bumi.

“Atau bahkan mungkin saja mereka membangun pangkalan di kawasan Indonesia,” katanya seraya menambahkan belum ada bukti nyata UFO mendarat di wilayah Indonesia. Namun jika mendarat, Nur Agustinus mengatakan umumnya ada bekas tanah seperti habis terbakar.

Sebelumnya, Beta UFO juga pernah melakukan penyelidikan Candi Sukuh di lereng Gunung Lawu Kabupaten Karanganyar. Candi Sukuh yang dibangun menjelang runtuhnya Kerajaan Majapahit itu bentuknya misterius karena mirip dengan peninggalan kebudayaan Maya di Mexico.

Bentuk candi Sukuh juga mirip dengan situs purbakala di Peru Amerika Latin. Di candi Sukuh juga terdapat arca makhluk aneh yang memiliki sayap.

Beta-UFO merupakan komunitas pemerhati UFO besar di Indonesia, didirikan pada Oktober 1997. Komunitas ini bertujuan meneliti masalah UFO, mendata, kemudian menganalisa dan mempelajarinya. Untuk mempermudah informasi, Beta-UFO mempergunakan internet untuk komunikasi.

Nama Beta-UFO dari kata Beta, Benda Terbang yang Aneh, istilah yang digunakan J Salatun mantan ketua LAPAN. Anggota komunitas ini sangat beraneka ragam dari anak SD hingga ada yang berusia lebih dari 60 tahun. Latar belakang ilmu dan profesi juga beraneka macam, mulai dari pengacara, desain grafis, penerbang, psikolog serta profesi lain.

Minat anggota komunitas ini juga bermacam-macam. Ada yang menyukai berburu UFO, ada yang lebih fokus kepada agenda alien di planet bumi. Ada pula yang percaya teori konspirasi dan ada yang tidak percaya.

Anggotanya juga ada yang lebih tertarik pada UFO karena teknologinya dan berkeinginan membuat pesawat seperti itu. Member Beta UFO banyak yang telah melihat UFO. Bahkan ada yang mengaku pernah bertemu atau diculik oleh alien. [E1]
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template