Senin, 14 September 2009

PINTU IBLIS


Iblis adalah musuh bebuyutan manusia, yang diawali sejak Nabi Adam berada di surga. Akibat godaan iblis Adam harus rela meninggalkan surga bersama Hawa. Allah berfirman :

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari Keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." (Al-Baqarah : 36)



Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (Al-A'raf: 17).

Berdasarkan ayat tersebut di atas, dengan tegas setan menyatakan bahwa akan menggoda dengan berbagai cara memukul dan menyerang manusia dari segala arah, sehingga manusia tak berdaya dan menjadi kufur kepada Allah. Diingatkan agar umat Islam tidak mudah mengikuti langkah-langkah setan Allah berfirman:

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah: 168).



Banyak cara yang dilakukan setan untuk menyesatkan manusia :



Pertama : Kemiskinan, sehingga manusia menjadi kikir Allah berfirman :

Artinya : Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui. (Al-Baqarah: 268)

Kedua : Menyuruh kepada kejahatan, sehingga manusia lupa kebaikan.



Ketiga : Menciptakan permusuhan di antara sesama manusia, sehingga konflik dan perang terjadi di mana-mana Allah berfirman :

Artinya : Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya Kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah Kami ambil Perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; Maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan. (Al-Maaidah: 14).

Keempat : Meniupkan angan-angan kosong, sehingga manusia malas berusaha dan bekerja keras, Allah berfirman :

Artinya : Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Itulah berbagai tipu daya setan untuk mengganggu dan menjerumuskan manusia ke lembah kehinaan. Dalam kitab Ihya' 'Ulum al-Din, Imam Ghazali menggambarkan hati orang mukmin ibarat sebuah benteng, sedangkan setan ibarat musuh yang akan merobohkan benteng itu. Maka untuk menjaga dan menyelamatkan benteng itu, kata Ghazali, orang mukmin harus menutup semua jalan masuk atau akses menuju benteng, sehingga setan tak dapat mendekat dan menguasainya. Namun, lanjut Ghazali, tak mungkin seseorang bisa menutup akses ke benteng itu bila tidak mengetahui jalan masuk atau pintu-pintunya. Ini berarti, tugas pertama yang harus dilakukan adalah mengenali pintu-pintunya, lalu menutupnya rapat-rapat sehingga musuh tidak bisa mendekat karena kehilangan akses. Di antara pintu-pintu yang harus dikenali itu, menurut Ghazali, adalah pintu amarah dan syahwat, pintu dengki dan iri hati, pintu makan minum secara berlebihan, pintu cinta dunia, pintu tergesa-gesa, dan pintu buruk sangka kepada sesama umat Islam. Dalam ilustrasi lain, Ghazali menggambarkan setan seperti anjing kelaparan yang selalu mendekat. Kalau hati kita kotor, itu merupakan ''santapan setan'' setan akan terus menyerang. Setan tidak akan lari hanya dengan gertakan atau dengan membaca ta'awwuz atau hawqalah. Tapi, kalau hati kita bersih, maka dengan hanya menyebut asma Allah, ia sudah lari terbirit-birit. Tipu daya setan sesungguhnya tidak berpengaruh bagi orang takwa yang jiwa dan hatinya bersih. Allah berfirman :



Artinya : Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. (Al-Nahl: 99).



Semoga kita mampu menutup segala yang akan menjadi pintu masuknya setan ke dalam diri kita, sehingga setan mengalami kesulitan apabila akan mengakses diri kita, karena kita akan senantiasa menjadi orang-orang yang bertaqwa dan mempunyai jiwa serta hati yang bersih.

Disarikan dari Buletin Pengajian:

"Fastabiqul Qairaat"

Masjid "Al-Amin" Genteng, Bwi



MENOMOR SATUKAN ALLAH HARUS NYATA

Oleh: Hariri, Ka. Tu SMA Muha Genteng

Tersebutlah seorang ahli ibadah bernama Nidzam al-Mahmudi. Ia tingggal di sebuah kampong terpencil, dalam sebuah gubuk kecil. Isteri dan anak-anaknya hidup dengan amat sederhana. Akan tetapi, semua anaknya cerdas.

Selain penduduk kampung itu, tidak ada yang tahu bahwa ia mempunyai kebun subur yang luas dan perniagaan yang kian berkembang di beberapa kota besar. Dengan kekayaan yang diputar secara mahir itu ia dapat menghidupi ratusan keluarga yang bergantung kepadanya. Namun, Nidzan al-Mahmudi merasa amat bahagia dan damai menikmati perjalanan hidupnya seperti itu.

Salah seorang anaknya pernah bertanya, "mengapa ayah tidak membangun rumah yang besar dan indah? Bukankah ayah mampu?"

"Ada beberapa sebab mengapa ayah lebih suka menempati sebuah gubuk kecil, " jawab sang sufi yang tidak terkenal itu.

"Pertama, karena betapa pun besarnya rumah kita, yang kita butuhkan ternyata hanya tempat untuk duduk dan berbaring. Rumah besar sering menjadi penjara bagi penghuninya. Sehari-hari Cuma mengurung diri sambil menikmati keindahan istananya. Sang penghuni terlepas dari masyarakatnya, dari alam bebas yang indah ini. Akibatnya ia akan kurang bersyukur kepada Allah.'

Anaknya yang sudah cukup dewasa itu membenarkan ucapan ayahnya di dalam hati. Apalagi ketika sang ayah melanjutkan argumentasinya.

"Kedua, dengan menempati sebuah gubuk kecil, kalian akan menjadi cepat dewasa. Kalian ingin segera memisahkan diri dari orang tua supaya dapat menghuni rumah yang lain."

"Ketiga, kami dulu Cuma berdua, ayah dan ibu. Kelak akan menjadi berdua lagi setelah anak-anak semuanya berumah tangga. Bila ayah dan ibu menempati rumah yang besar, bukankah kelengangan suasana akan lebih terasa dan menyiksa?" Si anak tercenung. Alangkah bijaknya sikap sang ayah yang tampak lugu dan polo situ. Ia seorang hartawan yang kekayaannya melimpah. Akan tetsapi, keringatnya setiap hari selalu bercucuran. Ia ikut mencangkul dan menuai hasil tanaman. Ia betul-betul menikmati kekayaannya dengan cara yang paling mendasar. Ia tidak melayang-layang dalam buaian harta benda sehingga sebenarnya bukan merasakan kekayaan, melainkan kepayahan semata-mata. Sebab, banyak hartawan lain yang hanya bias menghitung-hitung kekayaannya dalam lembaran kertas yang disangkanya kekayaan yang tiada tara. Padahal, hakikinya ia tidak menikmati apa-apa kecuali angan-angan kosongnya sendiri.

Kemudian, anak itu lebih terkesima tatkala ayahnya meneruskan, "Anakku, jika aku membangun sebuah istana anggun, biayanya terlalu besar. Dan, biaya sebesar itu kalau kubangunkan rumah-rumah kecil yang memadai untuk tempat tinggal, berapa banyak tunawisma bias terangkat martabatnya menjadi warga terhormat? Ingatlah anakku, dunia ini disediakan Tuhan untuk segenap mahluknya. Dan, dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua penghuninya. Akan tetapi, dunia ini akan menjadi sempit dan terlalu sedikit, bahkan tidak cukup, unutk memuaskan hanya keserakahan seorang manusia saja." Sungguh indah dialog nidzam dengan anaknya di atas. Darti kisah itu kita bias merasakan bahwa kepribadian akidah di dalam keluarga akan berjalan baik jika orang tua langsung menerapkan pemahaman akidah yang diyakininya dalam kehidupan nyata. Nyata, karena akidah yang intisarinya adalah cintai dan menomorsatukan Allah Subhanahu wa Ta'ala diatas segalanya, tampak sangat jelas dalam sikap dan pola hidup Nidzam. Karena nyata keteladananya, sang anak pun mudah tersentuh. Dengan kata lain, proses pembinaan akidah yang dilakukan Nidzam kepada anaknya benar-benar terjadi secara efektif. Kalau keterampilan membina akidah yang efektif itu bias kita latih secara intensif, rasanya bukan mustahil kita bias seperti yang terjadi di masa Umar bin Khatttab. Seorang anak yang akidahnya mengagumkan Umar, pasti lahir dari penempaan yang luar biasa dari orang tuanya. Inilah gambaran kekokohan akidahnya.

Suatu hari Umar bin Khattab melihat seorang anak gembala miskin dengan pakaian sangat sederhana sedang menggembalakan kambing yang amat banyak milik majikanya. Umar kemudian bertanya, "Nak, bolehkah aku membeli kambing yang sedang kau gembalakan itu satu ekor saja?"

Si anak gembala menjawab, "Kambing ini bukan milikku melainkan milik majikanku. Aku tidak boleh menjualnya."

Umar membujuknya lagi, "Kambing itu amat banyak. Apakah majikanmu tahu jumlahnya? Apakah dia suka memeriksa dan menghitungnya?"

Anak itu menjawabnya dengan mantap, "Tidak, majikanku tidak tahu berapa ekor jumlah kambingnya. Dia tidak tahu berapa kambing yang mati dan berapa yang lahir. Dia tidak pernah memeriksa dan menghitungnya."

"Kalau begitu hilang satu ekor kambing, majikanmu tidak akan tahu. Ini uangnya, terimalah! Ambil saja buat kamu untuk membeli baju atau roti, "Desak Umar untuk mengujinya. Namun, anak gembala itu tetap ytidak terbujuk dan menampik uang yang disodorkan umar.

Umar kemudian menyambung, "kambing itu amat banyak. Majikan kamu tidak tahu jumlahnya. Kalau kamu jual satu, majikan kamu tidak akan tahu. Di sini juga tidak ada orang lain. Hanya ada aku dengan kamu. Tidak ada orang lain yang tahu." Anak itu kemudian dengan tetap tegar menjawab, ‘Memang tidak ada orang lain di sini. Tapi dimana Allah? Allah Maha Tsahu. Allah menyaksikan semua yang terjadi."

Mendengar jawaban itu, Umar bin Khattab, amirul mukminin yang gagah perkasa tersebut mengais dan mendekap anak gembala itu dengan penuh kasih saying.

Di masa Rasulullah SAW, pendidikan akidah untuk senantiasa mementingkan Allah SWT dan Rasulnya bias kita lihat dari keluarga Anas bin Malik. Suatu hari ketika Anas terlambat pulang kerunmah karena urusannya engan Rasulullah SAW, ibunya bertanya, "Apa yang mnyebabkan engkau terlambat?" "Rahasia" jawab Anas Anak itu tidak membuka rahasia itu kepada ibunya. Sang ibu pun berkata, "Jangan sampai engkau buka rahasia Rasulullah kapada siapa pun."

Sejarah mencatat bagaimana seorang anak yang telah ditanamkan akidah begitu kuat di dadddanya kukuh memegang janji kepada sang ibu untuk tidak berbohong. Alkisah, ketika anak tersebut akan bepergian jauh, ia diingatkan lagi oleh sang ibu akan janjinya untuk tidak berbohong.

Sesampai di kota tujuan, sang anak dihadang gerombolan penyamun yang merampas semua barang-barang bawaannya.

"Apa lagi yang kamu bawa? "Tanya seorang penyamun setelah merampas bawaannya. "Uang empat puluh dinar." Namun, gerombolan itu menyangka anak itu hanya main-main. Lalu mereka pergi meninggalkannya. Ketika bertemu dengan penyamun yang lain dan di Tanya hal serupa, bocah itu kembali menjawab, "Uang empat puluh dinar."

Mendengar jawaban tersebut, si penyamun membawa sang anak ke penginapannya. "Apa yang kamu bawa?" Tanya sang pimpinan. "Uang empat puluh dinar." Setelah digeledah ternyata gerombolan itu tidak menemukannya. Mereka menyangka anak itu memang hanya omong kosong. Namun, saat mereka mau pergi, si anak berkata sambil menunjukkan lipatan di balik bajunya. "Uang itu saya simpan di sini." Pemimpin gerombolan ini terheran-heran dengan kejujuran si anak. "Apa yang mendorongmu berkata jujur?" "Ibu menyuruh saya berjanji untuk tidak berbohong. Saya takut menghianati janji saya itu." Mendengar ucapan anak ini, pemimpin penyamun pun sadar. Lalu ia memerintahkan kepada semua anak buahnya mengembalikan barang-barang yang mereka rampas. "Ssaya bertobat kepada Allah karena ucapanmu wahai anakku. Kini engkau pemimpin kami dalam pertaubatan kepada Allah" kata pemimpin penyamun.

Tobatnya sang pemimpin diikuti juga oleh semua anak buahnya. Anak itu kelak dikenal sebagai ulama besar di zamannya. Ia bernama Abdul Qadir Al-Jailani.

RAHASIA PUASA

Ketahuilah bahwa dalam puasa itu ada bagian tertentu yang tidak ada dalam ibadah yang lain, yaitu pengaitannya kepada Allah Taala yang telah berifman dalam hadis qudsi yang artinya, "Puasa itu bagiku dan aku memberi balasan dengannya." (HR Bukhari dan Muslim).

Pengaitan ini sudah cukup sebagai bukti tentang kemuliaan puasa, sebagaimana keutamaan baitullah (Kakbah) yang dikaitkan kepada-Nya, dalam firman-Nya, Dan sucikanlah rumah-Ku." (Al-Hajj: 26).

Kelebihan puasa itu dapat dilihat dalam dua makna sebagai berikut.

Puasa termasuk amal yang tersembunyi dan amal batin yang tidak bisa dilihat orang lain sehingga tidak mudah disusupi riya. Puasa sebagai cara untuk menundukkan musuh Allah. Karena, sarana yang dipergunakan musuh adalah sahwat. Sahwat bisa menjadi kuat karena makanan dan minuman. Selagi lahan sahwat tetap subur, maka setan bisa bebas berkeliaran di tempat gembalaan yang subur itu. Tetapi, jika sahwat ditinggalkan, jalan ke sana juga menjadi sempit. Dalam masalah puasa banyak terdapat riwayat yang menunjukkan keutamaannya, dan riwayat-riwayat ini cukup terkenal serta bertebaran di berbagai kitab.


Hal-Hal yang Dianjurkan dalam Puasa

Dianjurkan makan sahur dan mengakhirkannya, segera berbuka puasa dengan makan kurma. Dianjurkan banyak-banyak bersedekah pada bulan Ramadan, melakukan hal-hal yang makruf, dan mengikuti apa yang biasa dilakukan Rasulullah saw. saat beruasa. Selain itu, dianjurkan pula untuk banyak-banyak membaca Alquran, itikaf di masjid pada bulan Ramadan, apalagi pada sepuluh hari yang terakhir dan meningkatkan kesungguhan pada hari-hari ini. Di dalam Ash-Shahihain disebutkan dari hadis Aisyah r.a., dia berkata, "Jika Nabi saw. memasuki sepuluh hari (yang terakhir pada bulan Ramadan), beliau mengencangkan kainnya, menghidupkan waktu malamnya, dan membangunkan keluarganya."


Ada dua hal yang bisa dipahami dari kebiasaan beliau tersebut di atas.

1. Tidak bercampur dengan istri.

2. Merupakan ungkapan tentang kesungguhan dalam beramal. Para ulama berpendapat bahwa

sebab kesungguhan beliau pada sepuluh hari yang terakhir ini karena hendak mencari Lailatul Qadar.


Rahasia-Rahasia Puasa dan Adab-adabnya

Puasa mempunyai tiga tingkatan makna sebagai berikut.


1. Puasa secara umum ialah menahan perut untuk tidak makan dan minum serta menahan

kemaluan untuk melampiaskan sahwat.

2. Puasa secara khusus ialah menahan pandangan, lidah, tangan, kaki, pendengaran, penglihatan, dan seluruh anggota tubuh dari dosa.

3. Puasa secara khusus dari yang khusus ialah puasa hati dari hasrat-hasrat yang hina dan pikiran-pikiran yang menjauhkan dari Allah serta menahan diri dari hal-hal selain Allah secara keseluruhan.



Di antara adab puasa secara khusus adalah menahan pandangan mata, menjaga lidah dari ucapan-ucapan yang diharamkan dan dimakruhkan atau dari ucapan yang tidak bermanfaat, serta menjaga seluruh anggota badan. Rasulullah saw. bersabda, "Barang siapa tidak meninggalkan perkatan palsu dan pengamalannya, maka Allah tidak mempunyai keperluan untuk meninggalkan makanan dan minumannya (puasanya)."

Di antara adab orang yang berpuasa yaitu janganlah memenuhi perutnya dengan makanan pada malam hari. Tetapi, hendaknya dia makan sekadarnya saja. Sebab, tidaklah anak Adam itu mengisi bejana yang lebih buruk daripada perutnya sendiri. Selagi pada petang harinya dia sudah merasa kekenyangan, maka waktu-waktu berikutnya sudah bisa memanfaatkannya. Begitu juga jika terlalu kenyang pada waktu sahur, maka waktunya tidak bisa dimanfaatkan secara optimal hingga mendekati waktu zuhur. Sebab, terlalu banyak makan hanya akan mengakibatkan malas dan lemas hingga hilanglah tujuan puasa gara-gara terlalu banyak makan. Sebab, tujuan dari puasa ialah agar dia merasakan lapar dan meninggalkan hal-hal yang menggugah selera.

Adapun puasa sunah dikerjakan pada hari-hari yang memiliki keutamaan, yang putarannya berlaku untuk setiap satu tahun, seperti puasa Asyura, sepuluh Zulhijah, dll. Sebagian ada yang putarannya sebulan, seperti puasa tiga hari setiap bulan, bisa sehari pada permulaan bulan, sehari pada pertengahan bulan dan sehari pada akhir bulan. Tetapi, yang paling baik adalah pada ayamul-bidh (tgl 13, 14, 15). Sebagian lagi putarannya setiap minggu, seperti puasa Senin dan Kamis.

Puasa sunah yang paling baik adalah puasa Nabi Daud a.s., yaitu sehari puasa sehari buka. Puasa Daud ini mengandung makna. Memberikan hak kepada diri pada saat tidak berpuasa, lalu memberikan hak ubudiyah kepadanya pada saat berpuasa. Sehingga, di sini ada penyatuan antara hak dan kewajibannya, dan ini merupakan cermin keadilan.

Saat tidak berpuasa merupakan hari syukur, dan saat puasa merupakan hari sabar. Karena, iman itu terdiri dari dua bagian: syukur dan sabar. Tentunya puasa ini akan membuat jiwa terasa lebih berat dalam mujahadah.



Adab Puasa yang Khusus

Orang yang diberi kecerdasan akal tentu bisa mengetahui apa maksud dari puasa. Karena itu, kecerdasan dan pengetahuannya ini akan mendorongnya untuk membebani diri sendiri dengan amalan yang tidak membuatnya lemah, lalu meninggalkan apa-apa yang sebenarnya lebih utama.
Ibnu Mas'ud r.a. adalah orang yang tidak banyak puasa. Dia berkata, "Jika aku berpuasa, maka badanku menjadi lemah dan tidak kuat mendirikan salat. Sementara, aku lebih memilih salat daripada puasa."
Ada pula yang jika berpuasa membuat badannya lemah sehingga tidak bisa membaca Alquran. Karena itu, dia lebih sering tidak berpuasa agar bisa banyak-banyak membaca Alquran. Setiap orang tentu lebih mengetahui keadaan dirinya.

Semoga puasa pada tahun ini merupakan puasa yang terbaik bagi seluruh anggota keluarga kita, dan bagi seluruh saudara-saudara sesama muslim. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga seluruh amal perbuatan baik kita selama diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amien.



Sumber: Minhajul Qashidin: Jalan Orang-Orang yang Mendapat Petunjuk terjemahan dari Mukhtasyar Minhajul Qashidin, Al-Imam asy-Syekh Ahmad bin Abdurrahman bin Qudamah al-Maqdisy





ucapan hari raya
Mawar berseri dipagi Hari
Pancaran putihnya menyapa nurani
Sms dikirim pengganti diri
SELAMAT IDUL FITRI
MOHON MAAF LAHIR BATHIN

Sebelum Ramadhan pergi
Sebelum Idul fitri datang
Sebelum operator sibuk
Sebelum sms pending mulu
Sebelum pulsa habis
Dari hati ngucapin MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Jika HATI sejernih AIR, jangan biarkan IA keruh,
Jika HATI seputih AWAN, jangan biarkan dia mendung,
Jika HATI seindah BULAN, hiasi IA dengan IMAN.
Mohon Maaf lahir Dan batin

Menyambung kasih, merajut cinta, beralas ikhlas, beratap DOA.
Semasa hidup bersimbah khilaf & dosa, berharap dibasuh maaf.
Selamat Idul Fitri

Melati semerbak harum mewangi,
Sebagai penghias di Hari fitri,
SMS ini hadir pengganti diri,
Ulurkan tangan silaturahmi.
Selamat Idul Fitri

Sebelas bulan Kita kejar dunia,
Kita umbar napsu angkara.
Sebulan penuh Kita gelar puasa,
Kita bakar segala dosa.
Sebelas bulan Kita sebar dengki Dan prasangka,
Sebulan penuh Kita tebar kasih sayang sesama.
Dua belas bulan Kita berinteraksi penuh salah Dan khilaf,
Di Hari suci nan fitri ini, Kita cuci hati, Kita buka pintu maaf.
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin

Andai jemari tak sempat berjabat.
Jika raga tak bisa bersua.
Bila Ada kata membekas luka.
Semoga pintu maaf masih terbuka.
Selamat Idul Fitri

Faith makes all things possible.
Hope makes all things work.
Love makes all things beautiful.
May you have all of the three.
Happy Iedul Fitri.”

Walopun operator sibuk n’ sms pending terus,
Kami sekeluarga tetap kekeuh mengucapkan
Selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir Dan batin

Bila kata merangkai dusta..
Bila langkah membekas lara…
Bila hati penuh prasangka…
Dan bila Ada langkah yang menoreh luka.
Mohon bukakan pintu maaf…
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah..
Dan Syariat-Nya di alam jiwa..
Di dunia nyata, dalam segala gerak..
Di sepanjang nafas Dan langkah..
Semoga seperti itulah diri Kita di Hari kemenangan ini..
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin

Waktu mengalir bagaikan air
Ramadhan suci akan berakhir
Tuk salah yg pernah Ada
Tuk khilaf yg sempat terucap
Pintu maaf selalu kuharap
Met Idul Fitri

Walaupun Hati gak sebening XL Dan secerah MENTARI.
Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,
Kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan dari ROAMING dosa
Dan Kita semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya
Yang selalu membuat Kita HOKI dalam mencari kartu AS
Selama Kita hidup karena Kita harus FLEXIbel
Untuk menerima semua pemberianNYA Dan menjalani
MATRIX kehidupan ini…Dan semoga amal Kita tidak ESIA-ESIA…
Mohon Maaf Lahir Bathin.

Satukan tangan,satukan hati
Itulah indahnya silaturahmi
Di Hari kemenangan Kita padukan
Keikhlasan untuk saling memaafkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir Batin

MTV bilang kalo MO minta maap g ush nunggu lebaran
Org bijak blg kerennya kalo mnt maap duluan
Ust. Jefri blg org cakep mnt maap gk prl disuruh
Kyai blg org jujur Ga perlu malu utk minta maap
Jd krn Mrs anak nongkrong yg jujur, keren cakep Dan baek
Ya gw ngucapin minal aidzin wal faizin , mohon maaf lahir Dan batin ..



HARI RAYA

Hari raya adalah saat berbahagia dan bersuka cita. Kebahagiaan dan kegembiraan kaum mukminin di dunia adalah karena Tuhannya, yaitu apabila mereka berhasil menyempurnakan ibadahnya dan memperoleh pahala amalnya dengan kepercayaan terhadap janji-Nya kepada mereka untuk mendapatkan anugerah dan ampunan-Nya. Allah Ta 'ala berfirman :

"Katakanlah: "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.

Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. " (Yunus: 58).

Sebagian orang bijak berujar: "Tiada seorang pun yang bergembira dengan selain Allah kecuali karena kelalaiannya terhadap Allah, sebab orang yang lalai selalu bergembira dengan permainan dan hawa nafsunya, sedangkan orang yang berakal merasa Senang dengan Tuhannya."

Ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam tiba di Madinah, kaum Anshar memiliki dua hari istimewa, mereka bermain-main di dalamnya, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Allah telah memberi ganti bagi kalian dua hari yang jauh lebih baik, (yaitu) 'Idul fitri dan 'Idul Adha (HR. Abu Daud dan An-Nasa'i dengan sanad hasan).

Hadits ini menunjukkan bahwa menampakkan rasa suka cita di hari Raya adalah sunnah dan disyari'atkan. Maka diperkenankan memperluas hari Raya tersebut secara menyeluruh kepada segenap kerabat dengan berbagai hal yang tidak diharamkan yang bisa mendatangkan kesegaran badan dan melegakan jiwa, tetapi tidak menjadikannya lupa untuk ta'at kepada Allah.

Adapun yang dilakukan kebanyakan orang di saat hari Raya dengan berduyun-duyun pergi memenuhi berbagai tempat hiburan dan permainan adalah tidak dibenarkan, karena hal itu tidak sesuai dengan yang disyari'atkan bagi mereka seperti melakukan dzikir kepada Allah. Hari Raya tidak identik dengan hiburan, permainan dan penghambur-hamburan (harta), tetapi hari Raya adalah untuk berdzikir kepada Allah dan bersungguh-sungguh dalam beribadah. Makanya Allah gantikan bagi umat ini dua buah hari Raya yang sarat dengan hiburan dan permainan dengan dua buah Hari Raya yang penuh dzikir, syukur dan ampunan.

Di dunia ini kaum mukminin mempunyai tiga hari Raya: hari Raya yang selalu datang setiap minggu dan dua hari Raya yang masing-masing datang sekali dalam setiap tahun.

Adapun hari Raya yang selalu datang tiap minggu adalah hari Jum'at, ia merupakan hari Raya mingguan, terselenggara sebagai pelengkap (penyempurna) bagi shalat wajib lima kali yang merupakan rukun utama agama islam setelah dua kalimat syahadat.

Sedangkan dua hari Raya yang tidak berulang dalam waktu setahun kecuali sekali adalah:

1. 'Idul Fitri setelah puasa Ramadhan, hari raya ini terselenggara sebagai pelengkap puasa Ramadhan yang merupakan rukun dan asas Islam keempat. Apabila kaum muslimin merampungkan puasa wajibnya, maka mereka berhak mendapatkan ampunan dari Allah dan terbebas dari api Neraka, sebab puasa Ramadhan mendatangkan ampunan atas dosa yang lain dan pada akhirnya terbebas dari Neraka.

Sebagian manusia dibebaskan dari Neraka padahal dengan berbagai dosanya ia semestinya masuk Neraka, maka Allah mensyari'atkan bagi mereka hari Raya setelah menyempurnakan puasanya, untuk bersyukur kepada Allah, berdzikir dan bertakbir atas petunjuk dan syari'at-Nya berupa shalat dan sedekah pada hari Raya tersebut.

Hari Raya ini merupakan hari pembagian hadiah, orang-orang yang berpuasa diberi ganjaran

puasanya, dan setelah hari Raya tersebut mereka mendapatkan ampunan.

2. 'Idul Adha Oiari Raya Kurban), ia lebih agung dan utama daripada 'Idul Fitri. Hari Raya ini terselenggara sebagai penyempurna ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima, bila kaum muslimin merampungkan ibadah hajinya, niscaya diampuni dosanya.

Inilah macam-macam hari Raya kaum muslimin di dunia, semuanya dilaksanakan saat rampungnya ketakwaan kepada Yang Maha Menguasai dan Yang Maha Pemberi, di saat mereka berhasil memperoleh apa yang dijanjikan-Nya berupa ganjaran dan pahala. (Lihat Lathaa'iful Ma'arif, oleh Ibnu Rajab, hlm. 255-258)

PETUNJUK NABI DI HARI RAYA

Pada saat hari Raya 'Idul Fitri, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mengenakan pakaian terbaiknya dan makan kurma -dengan bilangan ganjil tiga, lima atau tujuh- sebelum pergi melaksanakan shalat 'Id. Tetapi pada 'Idul Adha beliau tidak makan terlebih dahulu sampai beliau pulang, setelah itu baru memakan sebagian daging binatang sembelihannya.

Beliau mengakhirkan shalat 'Idul Fitri agar kaum muslimin memiliki kesempatan untuk membagikan zakat fitrahnya, dan mempercepat pelaksanaan shalat 'Idul Adha supaya kaum muslimin bisa segera menyembelih binatang kurbannya.

Mengenai hal tersebut, Allah Ta 'ala berfirman :

"Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah " (Al Kautsar: 2).

Ibnu Umar sungguh-sungguh dalam mengikuti sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak keluar untuk shalat 'Id kecuali setelah terbit matahari, dan dari rumah sampai ke tempat shalat beliau senantiasa bertakbir.

Nabi shallallahu blaihi wasallam melaksanakan shalat' Id terlebihdahulu baru berkhutbah, dan beliau shalat duaraka'at· Pada rakaat pertama beliau bertakbir 7 kali berturut-turut dengan Takbiratul Ihram, dan berhenti sebentar di antara tiap takbir. Beliau tidak mengajarkan dzikir tertentu yang dibaca saat itu. Hanya saja ada riwayat dari Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu, ia berkata: "Dia membaca hamdalah dan memuji Allah Ta 'ala serta membaca shalawat.

Dan diriwayatkan bahwa Ibnu Umar mengangkat kedua tangannya pada setiap bertakbir.

Sedangkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam setelah bertakbir membaca surat Al-Fatihah dan "Qaf" pada raka'at pertama serta surat "Al-Qamar" di raka'at kedua.

Kadang-kadang beliau membaca surat "Al-A'la" pada raka'at pertama dan "Al-Ghasyiyah" pada raka'at kedua. Kemudian beliau bertakbir lalu ruku' dilanjutkan takbir 5 kali pada raka'at kedua lain membaca Al-Fatihah dan surat. Setelah selesai beliau menghadap ke arah jamaah, sedang mereka tetap duduk di shaf masing-masing, lalu beliau menyampaikan khutbah yang berisi wejangan, anjuran dan larangan.

Beliau selalu melalui jalan yang berbeda ketika yang terkenal sangat bersungguh-mengikuti sunnah Nabi shallallahu berangkat dan pulang (dari shalat) 'Id.' Beliau selalu mandi sebelum shalat 'Id.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa memulai setiap khutbahnya dengan hamdalah, dan bersabda :

"Setiap perkara yang tidak dimulai dengan hamdalah, maka ia terputus (dari berkah). " (HR.Ahmad dan lainnya).

Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, ia berkata :

"Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menunaikan shalat 'Id dua raka'at tanpa disertai shalat yang lain baik sebelumnya ataupun sesudahnya. " (HR. Al Bukhari dan Muslim dan yang lain).

Hadits ini menunjukkan bahwa shalat 'Id itu hanya dua raka'at, demikian pula mengisyaratkan tidak disyari'atkan shalat sunnah yang lain, baik sebelum atau sesudahnya. Allah Mahatahu segala sesuatu, shalawat serta salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, seluruh anggota keluarga dan segenap sahabatnya.




Jumat, 11 September 2009

PUSAT STUDI ALQURAN
RESENSI BUKU

judul : JILBAB PAKAIAN WANITA MUSLIMAH
Penerbit : Lentera Hati & Pusat Studi al-Quran (PSQ)
Tahun : 2004

Penggunaan jilbab oleh komunitas muslim telah menjadi persoalan yang terus bergulir. Ritmenya satu waktu terdengar ringan, namun tidak jarang menyedot perhatian publik. Di tanah air, sekitar tahun 1990-an penggunaan jilbab di wilayah publik --sekolah, tempat kerja, dan pas photo -- sempat meruncing dan jadi bulan-bulanan bagi kalangan muslim dalam bingkai kehidupan yang pluralistik. Di luar negeri, seperti Prancis dengan pelarangan penggunaan jilbab di wilayah publik akhir-akhir ini, silang-pendapatnya sampai jadi masalah transnasional dan melibatkan komunitas muslim di seluruh dunia.



Persoalan ini bisa dilihat secara simbolik, mengingat sebagian besar pengguna jilbab dalam batas tertentu lebih didorong oleh spirit komunalitas muslim atas 'pengibaran simbol-simbol' keagamaannya. Mungkin mereka tidak lagi berbicara status hukumnya, karena akses dan kapabilitas yang tidak memungkinkan untuk hal tersebut. Inilah yang membedakannya dengan kelompok cerdik-cendekia yang berusaha melihat problematika jilbab secara jernih dan argumentatif-kritis.



Secara embriorik buku ini hadir dari 'desakan' pada penulis buku untuk berketetapan hati berpendapat tentang jilbab itu. Latarbelakang ahli tafsir yang akrab dengan ragam interpretasi pada gilirannya menyebabkan sebagian kalangan, menganggap pendapat M. Quraish Shihab tentang Jilbab 'tidak tegas'. Karenanya lahirlah buku ini, meski dalam prakteknya kalau kita baca tidak sepenuhnya bisa menjawab 'desakan' itu sendiri. Karena beberapa pertimbangan kerangka befikir yang disuguhkan oleh penulis bukunya.



Ini terlihat dari anatomi pembahasannya sengaja didesain dengan beberapa pendapat dari masa klasik yang terkesan ketat dan sekelompok cendekiawan kontemporer yang terasa longgar. Dua kutub ini diracik secara apik dan proporsional sedangkan para pembaca dipersilahkan untuk memilihnya mana yang terbaik dan paling mendekati kebenaran. M. Quraish Shihab berusaha menjauhkan diri dari 'keberpihakan mutlak' atas satu pendapat yang dipaparkannya.



Awal pembahasannya adalah definisi pakaian yang ada dalam masyarakat (sesudah maupun sebelum Islam datang), respons Al-Qur’an-hadits tentang pakaian atau batas-batas aurat wanita, plus interpretasi para ulama atas teks-teks agama di atas tadi dalam upaya pengambilan hukumnya (istinbât al-hukm). Secara sistematis bisa diduga, karena diferensiasi definisi, teks, dan interpretasi meniscayakan banyak pilihan yang tidak akan bisa mengikat satu pendapat atas pendapat yang lain. Kalaupun kita menganggap satu pendapat itu lemah, maka di sini disertakan referensi yang cukup memadai.



Saya kira, pendekatan yang dilakukannya diadreskan untuk mereduksi kesan berlebihan yang ditimbulkan oleh satu pendapat. Karena dalam prakteknya, kebebasan memilih mana yang lebih mendekati kebenaran sulit dirasakan. Kerapkali satu pendapat diarahkan secara tendensius dan menanggalkan semangat lautan ragam pendapat yang pasti hadir dalam pencarian produk hukum. Seorang fâkih dan penerima produk hukum, sebenarnya berada dalam 'lingkaran silang pendapat hukum' itu sendiri. Tinggal bagaimana nalar ijtihadi yang digunakannya dalam mengkritisi setiap produk hukum yang diferensial itu.



Dalam buku ini alur yang terlihat, mengingatkan kita pada perbedaan pendapat tentang bagian apa saja yang sebenarnya merupakan aurat perempuan. Karena ayat-ayat al-Qur’an yang berbicara tentang pakaian wanita mengandung aneka interpretasi. Belum lagi konteks sosio-historis masyarakat Arab yang menjadi kunci karakteristik pakaian jilbab itu sendiri. Hadits-hadits yang mengungkapkan tentang ketentuan pakaian pun tidak kalah peliknya, mengingat diferensiasi keabsahannya dari segi matan (redaksi hadits), maupun sanad-nya (riwayat hadits).



Karenanya, pendapat M. Quraish Shihab sebenarnya tidak beranjak dari yang pernah ditulisnya pada mendio tahun 1990-an, dalam bukunya ‘Wawasan Al-Qur’an’ (MIZAN, Bandung), bahwa wanita yang yang menutup seluruh badannya atau kecuali wajah dan telapak tangannya, telah menjalankan bunyi teks ayat-ayat al-Qur’an bahkan mungkin berlebih. Tapi, lanjutnya, pada saat yang sama kita tidak wajar menyatakan terhadap mereka yang tidak memakai kerudung, atau yang menampakkan setengah tangannya, bahwa mereka secara pasti telah melanggar petunjuk agama. Bukankah Al-Qur’an tidak menyebut batas aurat dan para ulama pun berbeda pendapat ketika membahasnya?



Target yang ingin dicapai adalah sikap yang tidak terburu-buru dalam menanggapi persoalan jilbab. Dengannya diharapkan dapat memahami jalan pikiran semua pihak, yang pada gilirannya tidak saling mengafirkan dan tuduh-menuduh antar sesama. Sepertinya yang lebih baik, apapun yang dipilih dari sekian banyak pendapat itu, adalah memperhatikan pakaian dan tingkah laku kita tidak bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam itu sendiri.



Buku ini diperlukan bagi kaum muslimah yang kerap kesulitan untuk menentukan fungsi jilbab. Bisakah menjadi muslimah tanpa berjilbab? atau sudah muslimahkah orang berjilbab? bagaimana pengaruh tertutupnya dengan jilbab atas prilaku sosial-keagamaan dalam masyarakat? Probelmatika inilah menjadikan buku ini begitu penting. Selamat berbeda pendapat!



Ditulis oleh Muhtar Sadili, Staf PSQ

TENTANG WANITA

1. Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayangnya yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah s.a.w. akan hal tersebut, jawab Baginda s.a.w., "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia".
2. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah s.w.t. mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan
3. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah s.w.t. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah s.w.t.
4. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.
5. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
6. Apabila semalaman ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah s.w.t. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah s.w.t.
7. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, darjatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah s.w.t. dan orang yang takutkan Allah s.w.t., akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
8. Barangsiapa membawa hadiah, (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah). Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.
9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah s.w.t. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
10. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.
11. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1,000 lelaki yang soleh.
12. Aisyah berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah s.a.w, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab Rasulullah s.a.w., "Suaminya". "Siapa pula berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah s.a.w, "Ibunya".
13. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibubapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.
14. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya.
15. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
16. Syurga itu di bawah tapak kaki ibu.
17. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Nabi s.a.w) di dalam syurga.
18. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga.
19. Daripada Aisyah r.a. "Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuan lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka."
WANITA SOLEHAH…. SENANTIASA TENANG JIWANYA LANTARAN ITU SENTIASA MEMBESARKAN TUHAN DI DALAM SOLAT DAN SUNNAH RASULULLAH JADI JALAN KEHIDUPANNYA MENJADI AKHBAR DAN HIBURAN JANJI-JANJI ALLAH JAMINAN KETENANGAN BUATNYA SUMBER JIWANYA BEROLEH KEKUATAN AGAR SABAR MENENTANG MUSIBAH BERTEGUH MENJUNJUNG HUKUM HAKAM ALLAH INILAH WANITA SOLEHAH TIDAK MEMBIARKAN DIRI MENJADI BUSAR PANAHAN SYAITAN DIPERALATKAN UNTUK MENGUMPAN KAUM ADAM MEMANDANGNYA.... MENYEJUKKAN MATA..... DIRINYA TENTERAM MEMBIARKAN HIBURAN KIRANYA IA SEORANG ISTERI KEPERIBADIAN MENGHIBUR SUAMI SENTIASA MENGUNTUM SENYUM DI HaDAPAN SUAMI SANGGUP HIDUP BERDUA MATI BERSAMA LANTARAN MENGHARAPKAN KEREDHAAN ALLAH SEMATA-MATA MEMADAI DENGAN APA YANG ADA TIDAK PERNAH MENUNTUT APA YANG TIADA MENJADI TULANG BELAKANG PERJUANGAN SUAMI HINGGA SUAMI MERASAKAN RUMAH ITU SYURGA MENJADI KEKUATAN JIWA UNTUK MENEGAKKAN JIHADNYA NATIJAHNYA, LAHIRLAH JIWA SAKINAH BERNAFSUKAN MUTMAI’NAH. ‘SEINDAH HIASAN ADALAH WANITA SOLEHAH

Kamis, 10 September 2009

DIES NATALIS P.FISIKA

Senin, 07 September 2009

ADEK2q

NOVITA UMIKASARI


SANIA ULUSSAADAH



SITI KHOIRUL AMANAH



OKVANNY UMIKASARI


FAHMI FUADY

KEBO2AN YANG ETNIK

MASYARAKAT Banyuwangi yang mayoritas petani memiliki ritual sakral untuk meminta berkah keselamatan. Tradisi itu dikenal dengan kebo-keboan. Ritual ini menggunakan kerbau sebagai sarana upacara. Namun, kerbau yang digunakan binatang jadi-jadian yakni manusia berdandan mirip kerbau, lalu beraksi layaknya kerbau di sawah.
Ritual kebo-keboan digelar setahun sekali pada bulan Muharam atau Suro (penanggalan Jawa). Bulan ini diyakini memiliki kekuatan magis. Konon, ritual ini muncul sejak abad ke-18. Di Banyuwangi, kebo-keboan dilestarikan di dua tempat yakni di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, dan Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi.
ALHAMDULILLAH aq pernah menyaksikan sendiri ritual ini, karena salah satu temenku bertempat tinggal didesa tersebut.dan hasilnya cukup menegangkan.
sampai-sampai sandalku rusak karena dibuat-buat lari-lari. yaaaah g pake sandal deh!
dan cukup beruntung juga karena kita dapat meyaksikan ritual saat manusia berdandan menjadi kerbau. karena ga setiap orang dapat menyaksikan itu slain karena tempatnya juga mungkin karena takut. hehehehe. ( q takut juga sebenarnya ) bener bener berbau magis!!!

setelah mereka berdandan kerbau wah matanya itu lo MERAH BENER jadi kayak hantu hehehe. katanya c karena dirasuki sesuatu ( hmmmmm ).
tuuuuh lihatttttttt !!!!!!!! kayak kerbau beneran mana badannya pilihan banget ( gede gede abiz ). jadi tambah menakutkan.

ritual ini diawali dengan membanjiri jalan-jalan dengan air sungai, benaran deh jadi becek banget ( pulang pulang kayak baru dari sawah aja, heheheh)
kemudian ada arak-arakkan kerbau itu,ada juga DEWI SRI ( semua pasti tau simbol apa dewi sri itu ).
dan yang menegangkan adalah karena kerbaukerbau itu suka mengejar para pengunjung dan yang kena pastilah HITAM SEMUA TUBUHNYA. dan jangan sampai buat kerbau itu marah ALAMAT DEH dikejar sampai kemanapun.hihihihi



satu hal yang tidak aku saksikan, yaitu saat kerbau-kerbau itu sampai disawah, yah mereka akan seperti kerbau yang dipakai p.tani untuk membajak gt dh. ALASANNYA karena takuuuuuuuuuuuuuut ( bisa copot jantung ) karena disawah itulah kerbau2 itu ganas banget!!!!


dan akhirnya aq pulang duluan, tapi alhamdulillah sudah dapat pengalaman menegangkan. setiap detik jantung bergetak dengan keras !!!! kerbau2 ga disangka munculnya c.
pastinya dengan pakaian dan wajah berantakan bgt !!!!! hehehe ^-^


terimakasih disampaikan kepada temen-temen ( yeni, naya)

my FAMILY

ngabuburit ma tuyul-tuyul



keponakanku yang lucu ( ADI BULET )


BAPAKKU TERCINTA
I LOVE YOU FULLL HEHEHEE



IBUKU TERSAYANG
I LOVE YOU FULLL HEHEHEE



WAH RAME BGT DIRUMAH, KEPONAKAN2 YANG LUCU

PENDIDIKAN FISIKA UNIVERSITAS JEMBER

ALHAMDULILLAH AKU MEMPUNYAI TEMEN YANG BAIK2
NINGRAT ( SEBUTAN UNTUK AREK P.FISIKA )
TETEP SEMANGAT !!!!


MADINGGGG


uuuuh buat mading tu...... berhari-hari. sampai ga pulang. hehehehe


saatnya memasang dehhhh!!!!!!!!!!



hemmmmmm lumayan deh!!!!!!!! ga sia2 kita semua bekerja keras



sebelum pulang, diabadikan dulu deh !!!!!!!






saatnya merayakan.......makan makan makan
Astaghfirullah Robbal Barooyaa
Astaghfirullah Minal Khotooyaa

Robbi Zidhnii 'ilman naafi'aa
Wa waafiqlii 'amalan magbuullaan
Wa waahablii rizqon waasi'aa
Watub 'alaiya taubatan nasuuhaa
Watub 'alaiya taubatan nasuuhaa

Hidup di dunia sebentar saja
Sekedar mampir sekejap mata
Jangan terpesona jangan terpedaya
Akherat nanti tempat pulang kita
Akherat nanti hidup sebenarnya

Barang siapa Alloh tujuannya
Niscaya dunia akan melayaninya
Namun siapa dunia tujuannya

Niscaya kan letih dan pasti sengsara
Diperbudak dunia sampai akhir masa

Alloh melihat Alloh mendengar
segala sikap dan kata kita
Tiada yang luput satupun jua
Alloh takkan lupa selama-lamanya
Alloh takkan lupa selama-lamanya

Wahai Sahabat cepatlah taubat
Karena ajal kian mendekat
Takutlah siksa yang menghancurkan
Azab jahanam sepanjang Zaman
Azab jahanam sepanjang zaman

Ingatlah maut pasti kan menjemput
Putuskan nikmat dan cita-cita
Tak dapat ditolak tak dapat dicegah

Bila waktu hidup berakhir sudah
Bila waktu hidup berakhir sudah

Tubuhpun kaku terbungkus kafan
Tiada guna harta pangkat jabatan
Tinggallah ratap dan penyesalan
Menanti peradilan yang menentukan
Menanti peradilan yang menentukan

Astaghfirullah Robbal Barooyaa
Astaghfirullah Minal Khotooyaa

KH. Abdullah Gymnastiar

WAJAH????????

Belajar Dari Wajah
(KH Abdullah Gymnastiar)
Menarik sekali jikalau kita terus menerus belajar tentang fenomena apapun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya : hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.
Ketika pagi menyingsing, misalnya, tekadkan dalam diri : "Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu seperti bagaimana?" karena pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang. Ya, karena setiap orang pastilah punya wajah. Wajah irtri, suami, anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan, dan lain sebagainya. Nah, ketika kita berjumpa dengan siapapun hari ini, marilah kita belajar ilmu tentang wajah.
Subhanallaah, pastilah kita akan bertemu dengan beraneka macam bentuk wajah. Dan, tiap wajah ternyata dampaknya berbeda-beda kepada kita. Ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Lho, kok menakutkan? Kenapa? Apa yang menakutkan karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya tajam menghunjam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh wibawa.
Ada pula seorang ulama yang tubuhnya mungil, dan diberi karunia kelumpuhan sejak kecil. Namanya Syekh Ahmad Yassin, pemimpin spiritual gerakan Intifadah, Palestina. Ia tidak punya daya, duduknya saja di atas kursi roda. Hanya kepalanya saja yang bergerak. Tapi, saat menatap wajahnya, terpancar kesejukan yang luar biasa. Padahal, beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yang dianggap rupawan dalam versi manusia. Tapi, ternyata dibalik kelumpuhannya itu beliau memendam ketenteraman batin yang begitu dahsyat, tergambar saat kita memandang sejuknya pancaran rona wajahnya.
Nah, saudaraku, kalau hari ini kita berhasil menemukan struktur wajah seseorang yang menenteramkan, maka caru tahulah kenapa dia sampai memiliki wajah yang menenteramkan seperti itu. Tentulah, benar-benar kita akan menaruh hormat. Betapa senyumannya yang tulus; pancaran wajahnya, nampak ingin sekali ia membahagiakan siapapun yang menatapnya. Dan sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap wajah lain dengan sifat yang berlawanan; (maaf, bukan bermaksud meremehkan) ada pula yang wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Begitulah, wajah-wajah dari saudara-saudara kita yang lain, yang belum mendapat ilmu; bengis dan ketus. Dan ini pun perlu kita pelajari.
Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan, yang menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita, dan buang jauh-jauh raut wajah yang tidak ramah, tidak menenteramkan, dan yang tidak menyejukkan.
Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah; raut seperti apakah yang ada di wajah kita ini? Memang ada diantara hamba-hamba Allah yang bibirnya di desain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau kurang ramah. Subhanallaah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapapun yang memilikinya untuk berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi.
Sedangkan bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, yaitu untuk lebih ikhlas lagi. Karena senyum di wajah, bukan hanya persoalan menyangkut ujung bibir saja, tapi yang utama adalah, ingin tidak kita membahagiakan orang lain? Ingin tidak kita membuat di sekitar kita tercahayai? Nabi Muhammad SAW, memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang bertemu dengan beliau sehingga orang itu merasa puas. Kenapa puas? Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW – bila ada orang yang menyapanya – menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama di hadapan beliau. Sesuai kadar kemampuannya.
Walhasil, ketika Nabi SAW berbincang dengan siapapun, maka orang yang diajak berbincang ini senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang, cara bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang beliau contohkan. Dan itu ternyata berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yang diajak bicara.
Adapun kemuramdurjaan, ketidakenakkan, kegelisahan itu muncul ternyata diantara akibta kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita orang yang paling utama. Makanya, terkadang kita melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh. Tidak punya daya pancar yang kuat.
Orang karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah, tentu saja bukan maksud untuk meremehkan. Tapi, mengambil tauladan wajah yang baik, menghindari yang tidak baiknya, dan cari kuncinya kenapa sampai seperti itu? Lalu praktekkan dalam perilaku kita sehari-hari. Selain itu belajarlah untuk mengutamakan orang lain!
Mudah-mudahan kita dapat mengutamakan orang lain di hadapan kita, walaupun hanya beberapa menit, walaupun hanya beberapa detik, subhanallaah.***

NATAL BERSAMA

Natal Bersama
Lajnah Daimah Kerajaan Saudi Arabia
Mengucapkan Salam Kepada Orang Kafir
Fatwa No. 11123
Rasulallah shalallahu „alaihi wasallam melarang kita untuk memulai salam kepada orang-orang kafir. Apakah larangan ini hanya sebatas ucapan “Assalamu‟alaikum warahmatullah” kepada mereka ataukah juga mencakup setiap memulai penghormatan (kepada mereka) ?
Bolehkah saya mengucapkan selain “Assalamu’alaikum warahmatullah” kepada tetanggaku orang nasrani seperti “Selamat pagi”, “good morning” atau “bagaimana keadaanmu” ?
Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan atas kebaikan anda kepada kami dan kaum muslimin.
JAWAB:
Tidak boleh memulai salam kepada orang kafir karena telah datang hadits Abu Hurairah Radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam bersabda :
“Janganlah kamu memulai salam kepada yahudi dan nasrani. Jika berjumpa dengan mereka dijalan maka desaklah ketempat yang sempit” [ HR Muslim 2167 ].
Dan dari Anas Radhiallahu anhu ia berkata:
“Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam bersabda : Jika ahlul kitab mengucapkan salam kepadamu maka jawablah : “Wa‟alaikum”. [HR Bukhari 6258, 6926 dan Muslim 2163]
Maka hendaklah ia menjawab sesuai dengan apa yang ditunjukkan oleh hadits itu, yaitu “wa’alaikum”. Tidaklah mengapa memulai menyapa kepada orang kafir dengan ucapan “bagaimana keadaanmu?”, “bagaimana keadaan engkau dipagi ini ?” dan semisalnya jika memang ada hajat. Hal itu telah dijelaskan oleh sejumlah kalangan ahli ilmu, diantaranya ialah Abul Abbas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah .
Wabillahi taufiq. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. (Fatwa Lajnah Daimah 3/434-435)

Ketua : Abdul Aziiz bin Abdullah bin Baaz
Wakil Ketua : Abdurrazaq Afifi
Anggota : Abdullah bin Ghudayyan

RAMADHAN

Kepompong Ramadhan
(KH Abdullah Gymnastiar)
Semua amal anak Adam dapat dicampuri kepentingan hawa nafsu, kecuali shaum. Maka sesungguhnya shaum itu semata-mata untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya (Hr. Bukhari Muslim).
Pernahkan Anda melihat seekor ulat bulu? Bagi kebanyakan orang, ulat burlu memang menjijikkan bahkan menakutkan. Tapi tahukah Anda kalau masa hidup seekor ulat ini ternyata tidak lama. Pada saatnya nanti ia akan mengalami fase dimana ia harus masulk ke dalam kepompong selama beberapa hari. Setelah itu ia pun akan keluar dalam wujud lain : ia menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang sangat indah. Jika sudah berbentuk demikian, siapa yang tidak menyukai kupu-kupu dengan sayapnya yang beraneka hiasan indah alami? Sebagian orang bahkan mungkin mencari dan kemudian mengoleksinya bagi sebagai hobi (hiasan) ataupun untuk keperluan ilmu pengetahuan.
Semua proses itu memperlihatkan tanda-tanda Kemahabesaran Allah. Menandakan betapa teramat mudahnya bagi Allah Azza wa Jalla, mengubah segala sesuatu dari hal yang menjijikkan, buruk, dan tidak disukai, menjadi sesuatu yang indah dan membuat orang senang memandangnya. Semua itu berjalan melalui suatu proses perubahan yang sudah diatur dan aturannya pun ditentukan oleh Allah, baik dalam bentuk aturan atau hukum alam (sunnatullah) maupun berdasarkan hukum yang disyariatkan kepada manusia yakin Al Qur'an dan Al Hadits.
Jika proses metamorfosa pada ulat ini diterjemahkan ke dalam kehidupan manusia, maka saat dimana manusia dapat menjelma menjadi insan yang jauh lebih indah, momen yang paling tepat untuk terlahir kemabli adalah ketika memasuki Ramadhan. Bila kita masuk ke dalam 'kepompong' Ramadhan, lalu segala aktivitas kita cocok dengan ketentuan-ketentuan "metamorfosa" dari Allah, niscaya akan mendapatkan hasil yang mencengangkan yakni manusia yang berderajat muttaqin, yang memiliki akhlak yang indah dan mempesona.
Inti dari badah Ramadhan ternyata adalah melatih diri agar kita dapat menguasai hawa nafsu. Allah SWT berfirman, "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya." (QS. An Nazii'at [79] : 40 - 41).

Selama ini mungkin kita merasa kesulitan dalam mengendalikan hawa nafsu. Kenapa? Karena selama ini pada diri kita terdapat pelatihan lain yang ikut membina hawa nafsu kita ke arah yang tidak disukai Allah. Siapakah pelatih itu? Dialah syetan laknatullah, yang sangat aktif mengarahkan hawa nafsu kita. Akan tetapi memang itulah tugas syetan. apalagi seperti halnya hawa nafsu, syetan pun memiliki dimensi yang sama dengan hawa nafsu yakni kedua-duanya sama-sama tak terlihat. "Sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu, maka anggaplah ia sebagai musuhmu karena syetan itu hanya mengajak golongannya supaya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala," demikian firman Allah dalam QS. Al Fathir [25] : 6).
Akan tetapi kita bersyukur karena pada bulan Ramadhan ini Allah mengikat erat syetan terkutuk sehingga kita diberi kesempatan sepenuhnya untuk bisa melatih diri mengendalikan hawa nafsu kita. Karenanya kesempatan seperti ini tidak boleh kita sia-siakan. Ibadah shaum kita harus ditingkatkan. Tidak hanya shaum atau menahan diri dari hawa nafsu perut dan seksual saja akan tetapi juga semua anggota badan kita lainnya agar mau melaksanakan amalan yang disukai Allah. Jika hawa nafsu sudah bisa kita kendalikan, maka ketika syetan dipelas kembali, mereka sudah tunduk pada keinginan kita. Dengan demikian, hidup kita pun sepenuhnya dapat dijalani dengan hawa nafsu yang berada dalam keridhaan-Nya. Inilah pangkal kebahagiaan dunia akhirat. Hal lain yang paling utama harus kita jaga juga dalam bulan yang sarat dengan berkah ini adalah akhlak. Barang siapa membaguskan akhlaknya pada bulan Ramadhan, Allah akan menyelamatkan dia tatkala melewati shirah di mana banyak kaki tergelincir, demikianlah sabda Rasulullah SAW.
Pada bulan Ramadhan ini, kita dianggap sebagai tamu Allah. Dan sebagai tuan rumah, Allah sangat mengetahui bagaimana cara memperlakukan tamu-tamunya dengan baik. Akan tetapi sesungguhnya Allah hanya akan memperlakukan kita dengan baik jika kita tahu adab dan bagaimana berakhlak sebagai tamu-Nya. Salah satunya yakni dengan menjaga shaum kita sesempurna mungkin. Tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga belaka tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh kita ikut shaum.
Mari kita perbaiki segala kekurangan dan kelalaian akhlak kita sebagai tamu Allah, karena tidak mustahil Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan terakhir yang dijalani hidup kita, jangan sampai disia-siakan.
Semoga Allah Yang Maha Menyaksikan senantiasa melimpahkan inayah-Nya sehingga setelah 'kepompong' Ramadhan ini kita masuki, kita kembali pada ke-fitri-an bagaikan bayi yang baru lahir. Sebagaimana seekor ulat bulu yang keluar menjadi seekor kupu-kupu yang teramat indah dan mempesona, amiin.***

SHOLAT KHUSYU

Shalat Khusyu
(KH Abdullah Gymnastiar)
Kalau kita simak sholat khusyu bukanlah sesuatu yang mustahil. Karena Allah tidak mungkin memerintahkan kepada kita sesuatu yang mustahil kita lakukan. Setidaknya, sholat khusyu itu bisa kita lihat pada waktu sholat dan sesudah sholat.

Pertama, pada waktu sholat dia akan bisa berkomunikasi dengan Allah sangat baik sehingga berbuah ketentraman jiwa, kebahagiaan berkomunikasi dengan Allah. Dan dirikan sholat untuk mengingat Allah.

Kedua, sholat yang khusyu' akan tampak pada perilaku kesehariannya. Berbekas dalam kepribadian, etos kerja maupun prestasi kesehariannya. Jadi tidak mungkin kekhusyuan sholat hanya dinikmati pada waktu sholat saja. Karena sholat yang wajib hanya lima kali sehari jika dilakukan sepuluh menit hanya 50 menit dibanding 24 jam.

Pastilah hikmah sholat yang paling besar justru bisa dilihat ketika melakukan aktivitas sehari-hari. Aktivitas hubungan sesama manusia, aktivitas mensejahterakan diri maupun orang lain, harus menjadi bukti kekhusyuan sholat ini.

Dalam sholat khusyu, justru yang paling penting adalah saat-saat sesudah sholatnya karena inilah kemenangan yang hakiki. Ketenangan tidak mungkin dirasakan hanya waktu sholat, kita juga harus tenang diwaktu-waktu lainnya.

Karena itu kita harus menyadari bahwa ketenangan, tidak hanya menyebut nama Allah saja. Tapi pelengkap syariat dunia, rejeki yang cukup, rumah yang lapang, jaminan keamanan, keluarga yang sakinah, perlindungan dari kawan-kawan, inipun merupakan bagian karunia Allah yang harus kita buru sebagai upaya merealisasikan ketenangan jiwa secara syariat

Ada 7 hikmah dari sholat yang khusyu':
1. Manajemen waktu (Disiplin waktu)
Allah mengingatkan kita 5 kali sehari. Tidak ada satu agama pun yang begitu intensif mengingatkan waktu selain Islam. Bahkan Allah bersumpah berkali-kali atas nama waktu. Wal'ashr, wal lail, wan nahar dan sebagainya. Karena manusia memang dibatasi waktu. Dan nilai manusia tergantung dari pada bagaimana dia menyikapi waktu. Kita pasti mati dan kita tidak tahu kapan mati.

2. Manajemen niat
Ternyata rahasia sholat dari niat. Qobla subuh, tahiyatul masjid dan sholat shubuh sama-sama 2 rakaat. Yang membedakan adalah niatnya. Rasulullah bersabda, Innamal 'amalu binniat, Setiap amal tergantung dari niat.

Siapapun yang ingin sukses harus selalu bertanya niat apapun dibalik yang dia lakukan dan yang diucapkan. Dia tidak mau bergerak, sebelum lurus niat karena Allah, tidak menerima amal apapun kecuali niat yang bersih karena Allah SWT. Semakin bersih niat kita semakin bahagia, semakin ringan yang kita lakukan, semakin tentram batin ini, semakin indah apapun yang kita lakukan. Orang-orang yang niatnya ikhlas jauh berbeda dengan orang yang berniat buruk berniat jahat atau niat yang tidak benar.

3. Manajemen sense of clean
Ternyata tidak ada satu pun yang berani melakukan sholat tanpa diawali wudhu atau tayamum. Proses bersih dari awal merupakan kunci sukses sholat yang khusyu. Berarti orang yang sangat mencintai bersih lahir batin itu adalah rahasia penting kesuksesan dunia akhirat.

Niat lurus dalam aktivitas sehari-hari harus dijaga kebersihan pikiran, dari licik, jahat, kotor dan mesum. Kita harus jaga kebersihan mata kita dari memandang yang diharamkan. Kita harus jaga pendengaran kita dari senang mendengar aib, dll.

Orang yang sangat mencintai bersih lahir batin insya Allah tidak akan didatangi kehinaan. Karena kehinaan biasanya dilekatkan dengan segala sesuatu yang kotor. Maka kalau kita ingin sukses kita harus benar-benar hidup mencintai bersih lahir batin.

4. Manajemen Tertib (Rukun Sholat Tertib)

Rupanya Allah SWT menjadikan hidup tertib teratur dengan proporsional adalah kunci sukses. Sholat itu dilakukan dengan tertib. Barang siapa yang hidupnya tidak teratur, tidak teratur makan sakit maag, tidak teratur tidur kesehatan terganggu, tidak teratur makan obat akan teracuni. Perkataan yang tidak teratur akan menimbulkan masalah, manajemen keuangan yang tidak teratur akan jadi bangkrut.

Melakukan sesuatu tanpa aturan, jalan yang tidak teratur akan semrawut, macet. Maka pertanyaan pada diri kita, apakah kita termasuk orang yang memiliki senang hidup dalam sebuah tatanan yang teratur dengan baik proporsional?
5. Tumaninah
Tumaninah ini artinya tenang. Ini yang sangat dahsyat dalam sebuah prestasi. Kita sering melakukan sesuatu tapi pada saat tubuh kita melakukan sesuatu pikiran kita tidak disana, hati kita tidak disana akibatnya prestasi apa yang bisa dicapai tanpa kehadiran konsentrasi.

Inilah sebenarnya orang yang akan berprestasi maksimal, seimbang dalam melakukan apapun adil dalam waktu-waktunya hadir lahir batinnya. Begitu pun juga fokus dalam sikapnya, tentram dalam tindak tanduknya. Subhanallah

6. Siap dalam segala situasi

Berdiri, ruku, sujud. Ketika berdiri akal lebih tinggi dari hati. Bagaimana saatnya mengolah akal kita. Suatu saat sedang ruku keseimbangan antara qolbu dengan akal, begitupun ketika sujud, akal harus tunduk kepada qolbu kita. Tidak takabur si akal dengan kecerdasannya. Tawadlu dengan qolbu subhanallah.

Keseimbangan antara hati, ada saatnya akal benar-benar kita peras sedemikian rupa sebagian kerja kita dan fisik kita ikut. Cobalah kita lihat bagaimana hidup ini ada saatnya diatas, di tengah, dibawah, berulang. Kita nikmati sebagai bagian episode hidup kita.

Tidak usah heran sekarang mudah, besok sulit. Adakalanya akal kita begitu sulit memecahkan, hati kita yang dominan. Keseimbangan inilah yang dibutuhkan, tindakan yang selalu proporsional dalam gerak gerik kita. Tawadlu adalah kunci sukses, jauh dari ketakaburan walaupun telapak kaki kita sama dengan kening kita.

7. Salam
Sholat ditutup dengan salam. Dengan salam kita memberikan jaminan pada orang-orang disekitar kita. Bahwa kita berharap keselamatan. Dan saya bukan biang kezaliman bagi siapapun dan saya tidak akan merugikan siapapun.

Artinya seorang yang sholatnya khusyu dia akan menjaga tindak tanduknya. Agar orang lain merasa aman tidak teraniaya, oleh apapun yang dia miliki, dia lakukan. Seorang yang benar-benar ahli sholat yang khusyu, akhlaknya akan bebas dari kezaliman terhadap siapa pun. Sholat yang khusyu adalah sholat yang sangatproduktif dengan kebaikan.

Pribadi yang benar-benar siap menyikapi setiap episode dengan baik dan penuh ketawadluan. Dan pribadi yang merupakan jaminan tidak akan memberikan kerugian, kezaliman bagi siapapun juga.

Mudah-mudahan dengan hikmah sholat seperti ini maka Allah menghimpun kesuksesan duniawi, harta, kedudukan, persahabatan yang merupakan bagian dari rasa aman yang Allah berikan kepada makhluknya. Wallahu'alam

adab berpakaian

ADAB BERPAKAIAN
(Ustadz Aris Munandar, S.Si).
Berikut ini adalah adab-adab berkenaan dengan berpakaian yang
sepantasnya di ketahui oleh seorang muslim:
 Mendahulukan Yang Kanan
Di antara sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
adalah mendahulukan yang kanan ketika memakai
pakaian dan semacamnya. Dalil pokok dalam masalah
ini, dari Aisyah Ummul Mukminin beliau mengatakan,
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam suka mendahulukan
yang kanan ketika bersuci, bersisir dan memakai
sandal." (HR. Bukhari dan Muslim)
 Memilih Pakaian Warna Putih
Warna pakaian yang dianjurkan untuk laki-laki adalah
warna putih. Tentang hal ini terdapat hadits dari Ibnu
Abbas, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda, "Kenakanlah pakaian yang berwarna putih,
karena itu adalah sebaik-baik pakaian kalian dan
jadikanlah kain berwarna putih sebagai kain kafan
kalian." (HR. Ahmad, Abu Daud dll, shahih).
Pakaian Berwarna Merah?
Syaikh Salim Al Hilali memberikan uraian sebagai berikut: "Tentang memakai
pakaian berwarna merah terdapat beberapa pendapat
ulama'.
Yang pertama membolehkan secara mutlak. Inilah
pendapat dari 'Ali, Tholhah, Abdullah bin Ja'far, Al
Barra' dan para shahabat yang lain. Sedangkan
diantara tabiin adalah Sa'id bin Al Musayyib, An
Nakha'i, Asy sya'bi, Abul Qilabah dan Abu Wa'il.
Yang kedua melarang secara mutlak.
Yang ketiga, hukum makruh berlaku untuk kain
berwarna merah membara dan tidak untuk warna
merah yang reduh. Pendapat ini dinukil dari atho',
Thowus dan Mujahid.
Pendapat keempat, hukum makruh berlaku untuk
semua kain berwarna merah jika dipakai dengan
maksud semata berhias atau mencari populeritas
namun diperbolehkan jika dipakai di rumah dan untuk
pakaian kerja. Pendapat ini dinukil dari ibnu Abbas.
Yang kelima, diperbolehkan jika dicelup dengan warna
merah saat berupa kain baru kemudian ditenun dan
terlarang jika dicelup setelah berupa tenunan. Inilah
pendapat yang dicenderungi oleh Al Khathabi.
Yang keenam, larangan hanya berlaku untuk kain
yang dicelup dengan menggunakan bahan 'ushfur
karena itulah yang dilarang dalam hadits sedangkan
bahan pencelup selainnya tidaklah terlarang.
Pendapat ketujuh, yang terlarang adalah warna merah
membara bukan semua warna merah dan pakaian
tersebut digunakan sebagai pakaian luar karena
demikian itu adalah gaya berpakaian orang yang tidak
tahu malu.
Sedangkan pendapat terakhir, yang terlarang adalah
jika kain tersebut seluruhnya dicelup dengan warna
merah. Tapi jika ada warna selainnya, semisal putih
dan merah maka tidak mengapa.
 Serba Serbi seputar warna
 Jilbab Putih
Lajnah Daimah (Komite Fatwa Para Ulama' Saudi)
pernah mendapatkan pertanyaan sebagai berikut,
"Apakah seorang perempuan diperbolehkan memakai
pakaian ketat dan memakai pakaian berwarna putih?"
Jawaban Lajnah Daimah, "Seorang perempuan tidak
diperbolehkan untuk menampakkan diri di hadapan
laki-laki yang bukan mahramnya atau keluar ke jalan
jalan dan pusat perbelanjaan dalam keadaan memakai
pakaian yang ketat, membentuk lekuk tubuh bagi orang
yang memandangnya. Karena dengan pakaian tersebut,
perempuan tadi seakan telanjang, memancing syahwat
dan menjadi sebab timbulnya hal-hal yang berbahaya.
Demikian pula, seorang perempuan tidak diperbolehkan
memakai pakaian yang berwarna putih jika warna
pakaian semisal itu di daerahnya merupakan ciri dan
simbol laki-laki. Jika hal ini dilanggar berarti
menyerupai laki-laki, suatu perbuatan yang dilaknat
oleh Nabi." (Fatawa al Mar'ah, 2/84, dikumpulkan oleh
Muhammad Musnid).
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa pada asalnya
seorang perempuan diperbolehkan memakai pakaian
yang berwarna putih asalkan cukup tebal sehingga
tidak transparan/tembus pandang terutama ketika
matahari bersinar cukup terik. Hukum ini bisa
berubah jika di tempat tersebut pakaian berwarna
putih merupakan ciri khas pakaian laki-laki maka
terlarang karena menyerupai lawan jenis bukan karena
warna putih.
Oleh karena itu pandangan miring sebagian wanita
multazimah (yang komitmen dengan syariat) di negeri
kita terhadap wanita yang berwarna putih adalah
pandangan yang tidak tepat karena di negeri kita
pakaian berwarna putih bukanlah ciri khas pakaian
laki-laki, bahkan sebaliknya menjadi ciri pakaian
perempuan .

Senin, 17 Agustus 2009

Rabu, 05 Agustus 2009

Infonuklir.com - PUSAT DISEMINASI IPTEK NUKLIR
KESTABILAN INTI ATOM
Atom
Diposting oleh: yudhi
Posted on : 2008/1/23 18:59:43
Komposisi jumlah proton dan neutron di dalam inti atom sangat mempengaruhi kestabilan inti atom
tersebut. Inti atom dikatakan stabil bila komposisi jumlah proton dan neutronnya sudah ”seimbang”
serta tingkat energinya sudah berada pada keadaan dasar. Jumlah proton dan neutron maupun
tingkat energi dari inti-inti yang stabil tidak akan mengalami perubahan selama tidak ada gangguan
dari luar. Sebaliknya, inti atom dikatakan tidak stabil bila komposisi jumlah proton dan neutronnya
“tidak seimbang” atau tingkat energinya tidak berada pada keadaan dasar. Perlu dicatat bahwa
komposisi proton dan neutron yang “seimbang” atau “tidak seimbang” di atas tidak berarti
mempunyai jumlah yang sama ataupun tidak sama. Setiap inti atom mempunyai “kesetimbangan”
yang berbeda.
Secara umum, kestabilan inti-inti ringan terjadi bila jumlah protonnya sama dengan jumlah
neutronnya. Sedangkan kestabilan inti-inti berat terjadi bila jumlah neutron maksimum 1,5 kali jumlah
protonnya.
Tabel periodik merupakan suatu tabel yang mencantumkan semua kemungkinan posisi nuklida baik
yang stabil maupun yang tidak stabil. Nuklida-nuklida yang tidak stabil disebut sebagai radionuklida.
Tabel nuklida juga dapat menunjukkan posisi dari nuklida-nuklida yang merupakan isotop yaitu
petak-petak yang horisontal, misalnya Na-20, Na-21, Na-22 dan seterusnya. Isotop yang tidak stabil
disebut sebagai radioisotop. Pada dasarnya, radioisotop dan radionuklida adalah istilah yang sama
yaitu menunjukkan inti-inti atom yang tidak stabil. Bahan yang terdiri atas radionuklida dengan
jumlah cukup banyak disebut bahan radioaktif.
http://www.infonuklir.com 2009/4/16 2:30:30 - 1
Inti-inti atom yang tidak stabil, baik karena komposisi jumlah proton dan neutronnya yang tidak
seimbang ataupun karena tingkat energinya yang tidak berada pada keadaan dasarnya, cenderung
untuk berubah menjadi stabil. Bila ketidakstabilan inti disebabkan karena komposisi jumlah proton
dan neutronnya yang tidak seimbang, maka inti tersebut akan berubah dengan memancarkan radiasi
alpha atau radiasi beta (β). Kalau ketidakstabilannya disebabkan karena tingkat energinya
yang berada pada keadaan tereksitasi maka akan berubah dengan memancarkan radiasi gamma.
Proses perubahan atau transformasi inti atom yang tidak stabil menjadi atom yang lebih stabil
tersebut dinamakan peluruhan radioaktif.
Proses peluruhan radioaktif seringkali harus melalui beberapa intermediate (antara) sebelum
menjadi inti atom yang stabil. Jadi seringkali suatu radionuklida tidak berubah langsung menjadi
nuklida yang stabil, melainkan mengalami beberapa perubahan lebih dulu menjadi radionuklida yang
lain sebelum akhirnya menjadi nuklida yang stabil. Misalnya dari nuklida X yang tidak stabil berubah
menjadi nuklida Y yang juga masih tidak stabil kemudian berubah lagi menjadi nuklida Z yang stabil.
Peluruhan seperti ini dinamakan peluruhan berantai.
http://www.infonuklir.com 2009/4/16 2:30:30 - 2
Infonuklir.com - PUSAT DISEMINASI IPTEK NUKLIR
STRUKTUR ATOM
Atom
Diposting oleh: yudhi
Posted on : 2008/1/23 19:37:43
Apakah yang ada di dalam atom itu ?
Berdasarkan konsep fisika maupun kimia, atom adalah bagian terkecil dari suatu zat yang masih
memiliki sifat dasar zat tersebut. Atom mempunyai ukuran (diameter) sekitar 1 Angstrom atau
0,00000008 (10 pangkat min 8) cm.
Dalam konsep fisika modern, atom terdiri atas 3 partikel dasar yang menyusunnya menjadi sebuah
atom. Ketiga parikel dasar tersebut adalah :
a. Proton : partikel bermuatan positf, diameternya hanya 1/3 diameter elektron, tetapi memiliki
massa sekitar 1840 kali massa elektron
b. Elektron : partikel bermuatan negatif, memiliki massa paling ringan yaitu hanya 1/1840 kali massa
proton atau neutron
c. Neutron : partikel tidak bermuatan (netral), memiliki massa yang kira-kira sama dengan
gabungan massa proton dan elektron.
Susunan ketiga partikel dasar atom tersebut seperti susunan sistem tata surya. Proton dan neutron
yang terletak pada inti atom menjadi pusat orbit elektron-elektron yang berputar mengelilingi inti
atom. Proton dan neutron disebut juga nukleon (partikel penyusun inti atom).
http://www.infonuklir.com 2009/4/16 2:29:57 - 1
Atom-atom berbeda menurut jumlah masing-masing partikel dasar yang dimiliki. Jumlah proton
dalam atom menentukan elemen dari atom tersebut. Dalam sebuah elemen tunggal, jumlah neutron
bisa bermacam-macam, menentukan isotop dari elemen tersebut. Atom secara elektrik akan netral
jika memiliki jumlah proton dan elektron yang sama. Elektron yang letaknya terjauh dari inti atom (inti
atom) dapat dipindahkan ke atom terdekat lainnya atau bahkan digunakan bersama oleh beberapa
atom. Atom yang kekurangan maupun kelebihan elektron disebut ion. Jumlah proton dan neutron di
dalam inti atom juga dapat berubah, baik melalui reaksi fusi nuklir, reaksi fisi nuklir, maupun
peluruhan radioaktif.
Atom dapat mengikatkan dirinya membentuk molekul dan ikatan kimia lainnya. Molekul dapat
terbentuk dari beberapa atom; sebagai contoh, molekul air merupakan kombinasi dari 2 atom
hidrogen dan 1 atom oksigen.
Atom memiliki beberapa sifat/karakteristik yang dapat membedakan antara satu atom dengan atom
lainnya dan menentukan bagaimana perubahan atom terjadi pada kondisi tertentu.
Adakah istilah-istilah yang berkaitan dengan inti atom ?
Istilah lain yang digunakan untuk menyatakan suatu jenis inti atom adalah Nuklida. Nuklida atau jenis
inti atom yang ada di alam ini jauh lebih banyak daripada unsur karena setiap unsur mungkin saja
terdiri atas beberapa nuklida.
Berbeda halnya dengan penulisan unsur yang cukup dituliskan dengan lambang atomnya saja,
misalnya unsur emas adalah Au dan unsur besi adalah Fe, penulisan nuklida atau jenis inti atom
harus diikuti dengan jumlah proton dan jumlah neutronnya sebagaimana konvensi penulisan (notasi
atomik) sebagai berikut :
di mana :
X = simbol atom
Z = nomor atom
A = nomor massa
Meskipun tidak dituliskan pada simbol nuklida, jumlah neutron sering dituliskan sebagai N dengan
hubungan :
N = A - Z
Sebagai contoh nuklida 6C14 adalah inti atom Karbon (C) yang mempunyai enam buah proton (Z =
6) dan delapan buah neutron (N = A – Z = 8). Cara penulisan nuklida tersebut hanyalah merupakan
konvensi atau kesepakatan saja dan bukan suatu ketentuan sehingga masih terdapat beberapa cara
penulisan yang berbeda. Salah satu cara penulisan lain yang paling sering dijumpai adalah tanpa
menuliskan nomor atomya seperti berikut ini :
Sebagai contoh nuklida He4 atau He-4 dan Co-60. Nomor atom dapat diketahui dari jenis atomnya
karena setiap atom yang berbeda akan memiliki jumlah proton yang berbeda sehingga nomor
atomnya pun berbeda. Dari Tabel Periodik dapat dilihat bahwa nomor atom Helium (He) adalah 2
sedangkan nomor atom Cobalt (Co) adalah 27, sehingga dengan cara penulisan tersebut juga dapat
ditentukan jumlah proton maupun neutronnya. Sebagai contoh Ir-192 memiliki 77 proton dan 115
neutron, karena dengan melihat tabel periodik dapat ditentukan bahwa nomor atom Ir adalah 77.
Penulisan Ir-192 sesuai dengan konvensi di atas adalah sebagai berikut :
http://www.infonuklir.com 2009/4/16 2:29:57 - 2
Terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan komposisi jumlah proton dan jumlah neutron di
dalam inti atom yaitu isotop, isobar, isoton dan isomer.
a. Isotop
Isotop adalah inti atom atau nuklida yang mempunyai nomor atom (jumlah proton) sama tetapi
mempunyai nomor massa (jumlah neutron) berbeda.
Berdasarkan definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa suatu unsur dapat memiliki berbagai macam
bentuk atom. Contohnya adalah atom Helium yang mempunyai 3 macam isotop berupa :
b. Isobar
Isobar adalah inti atom atau nuklida yang mempunyai nomor massa (jumlah proton dan jumlah
neutron) sama tetapi mempunyai nomor atom (jumlah proton) berbeda.
Contoh :
c. Isoton
Isoton adalah inti atom atau nuklida yang mempunyai jumlah neutron sama tetapi mempunyai nomor
atom (jumlah proton) berbeda.
Contoh :
d. Isomer
Isomer adalah inti atom atau nuklidayang mempunyai nomor atom maupun nomor massa sama
tetapi mempunyai tingkat energi yang berbeda. Inti atom yang memiliki tingkat energi lebih tinggi
daripada tingkat energi dasarnya biasanya diberi tanda asterisk (*) atau m.
Contoh :
Kedua nuklida tersebut di atas mempunyai jumlah proton dan jumlah neutron yang sama tetapi
tingkat energinya berbeda. Tingkat energi 28Ni60 berada pada keadaan dasarnya, sedangkan
28Ni60* tidak pada keadaan dasarnya atau pada keadaan tereksitasi.
Apakah yang dimaksud dengan Nomor Atom itu ?
http://www.infonuklir.com 2009/4/16 2:29:57 - 3
Nomor Atom adalah jumlah proton di dalam suatu inti atom. Nomor Atom ini dinyatakan dengan
simbol Z. Jadi :
Nomor Atom (Z) = jumlah proton dalam inti atom
Sebagai contoh :
Atom Hidrogen punya 1 proton -----> Z = 1
Atom Helium punya 2 proton -----> Z = 2
Atom Carbon punya 6 proton -----> Z = 6
Nomer atom menentukan elemen kimia dari atom tersebut. Semua atom yang memiliki nomer atom
yang sama akan memiliki sifat fisika yang bermacam-macam dan menunjukkan sifat kimia yang
sama. Berdasarkan tabel periodik, elemen kimia dapat diurutkan menurut peningkatan nomer atom.
Apakah yang dimaksud dengan Nomor Massa itu ?
Nomor Massa adalah jumlah proton dan neutron yang ada di dalam inti atom. Dalam hal ini massa
elektron yang sangat kecil diabaikan. Nomor Massa ini dinyatakan dengan simbol A. Jadi :
Nomor Massa (A) = jumlah proton + jumlah neutron
Sebagai contoh untuk atom Hidrogen (H) akan diperoleh :
1 proton = 1
0 neutron = 0
1 elektron = - (diabaikan)
Nomor Massa = 1
Sedangkan untuk atom Helium (He) akan diperoleh:
2 proton = 2
2 neutron = 2
2 elektron = - (diabaikan)
Nomor Massa = 4
http://www.infonuklir.com 2009/4/16 2:29:57 - 4

atom

Infonuklir.com - PUSAT DISEMINASI IPTEK NUKLIR
MOLEKUL DAN ATOM
Atom
Diposting oleh: yudhi
Posted on : 2008/1/23 21:44:47
Apakah Molekul dan Atom itu?
Definisi molekul yang sederhana yaitu bagian yang terkecil dari suatu zat yang masih mempunyai
sifat yang sama dengan zat tersebut. Sebagai contoh, suatu molekul gula adalah bagian yang
terkecil dari zat gula, yang masih mempunyai sifat gula meskipun secara fisik tidak tampak seperti
butiran gula. Contoh lain adalah molekul air. Air adalah zat yang sangat penting bagi kehidupan kita,
dan terdapat 2/3 bagian dari luas permukaan bumi kita. Zat ini tidak berwarna, tidak berbau, dan
tidak berasa serta dapat ditemukan dalam 3 fase, yaitu fase cair (air kolam, air sungai, air hujan),
fase gas (uap, awan/kabut) dan fase padat (es, salju). Air bisa menjadi padat pada temperatur di
bawah 0°C dan menjadi gas pada temperatur di atas 100 °C yang merupakan sifat-sifat utam dari
air. Seperti zat lain, air tersusun atas molekul-molekul. Jika dimungkinkan air bisa dibagi ke dalam
bagian-bagian yang terkecil yang masih mempunyai sifat seperti air, kita sebut bagian yang terkecil
itu adalah molekul air. Molekul air mempunyaisifat yang berbeda dari molekul gula.
Mungkinkah kita dapat menemukan bagian yang terkecil dari suatu molekul yang tak tampak?
Jawabnya adalah sangat mungkin. Ada sekitar 100 jenis bagian yang lebih kecil dari molekul yang
disebut atom. Di alam semesta terdapat sekitar 105 jenis atom. Semua zat dan molekul terdiri dari
satu atau lebih atom, karena atom-atom adalah bahan dasar dari suatu zat. Atom ini juga biasa
disebut elemen atau unsur. Contoh bebrapa unsur, antara lain : Hidrogen (H), Nitrogen (N), Oksigen
(O), Uranium (U), Besi (Fe).
http://www.infonuklir.com 2009/4/16 2:29:27 - 1
Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template