Rabu, 05 Agustus 2009

Infonuklir.com - PUSAT DISEMINASI IPTEK NUKLIR
KESTABILAN INTI ATOM
Atom
Diposting oleh: yudhi
Posted on : 2008/1/23 18:59:43
Komposisi jumlah proton dan neutron di dalam inti atom sangat mempengaruhi kestabilan inti atom
tersebut. Inti atom dikatakan stabil bila komposisi jumlah proton dan neutronnya sudah ”seimbang”
serta tingkat energinya sudah berada pada keadaan dasar. Jumlah proton dan neutron maupun
tingkat energi dari inti-inti yang stabil tidak akan mengalami perubahan selama tidak ada gangguan
dari luar. Sebaliknya, inti atom dikatakan tidak stabil bila komposisi jumlah proton dan neutronnya
“tidak seimbang” atau tingkat energinya tidak berada pada keadaan dasar. Perlu dicatat bahwa
komposisi proton dan neutron yang “seimbang” atau “tidak seimbang” di atas tidak berarti
mempunyai jumlah yang sama ataupun tidak sama. Setiap inti atom mempunyai “kesetimbangan”
yang berbeda.
Secara umum, kestabilan inti-inti ringan terjadi bila jumlah protonnya sama dengan jumlah
neutronnya. Sedangkan kestabilan inti-inti berat terjadi bila jumlah neutron maksimum 1,5 kali jumlah
protonnya.
Tabel periodik merupakan suatu tabel yang mencantumkan semua kemungkinan posisi nuklida baik
yang stabil maupun yang tidak stabil. Nuklida-nuklida yang tidak stabil disebut sebagai radionuklida.
Tabel nuklida juga dapat menunjukkan posisi dari nuklida-nuklida yang merupakan isotop yaitu
petak-petak yang horisontal, misalnya Na-20, Na-21, Na-22 dan seterusnya. Isotop yang tidak stabil
disebut sebagai radioisotop. Pada dasarnya, radioisotop dan radionuklida adalah istilah yang sama
yaitu menunjukkan inti-inti atom yang tidak stabil. Bahan yang terdiri atas radionuklida dengan
jumlah cukup banyak disebut bahan radioaktif.
http://www.infonuklir.com 2009/4/16 2:30:30 - 1
Inti-inti atom yang tidak stabil, baik karena komposisi jumlah proton dan neutronnya yang tidak
seimbang ataupun karena tingkat energinya yang tidak berada pada keadaan dasarnya, cenderung
untuk berubah menjadi stabil. Bila ketidakstabilan inti disebabkan karena komposisi jumlah proton
dan neutronnya yang tidak seimbang, maka inti tersebut akan berubah dengan memancarkan radiasi
alpha atau radiasi beta (β). Kalau ketidakstabilannya disebabkan karena tingkat energinya
yang berada pada keadaan tereksitasi maka akan berubah dengan memancarkan radiasi gamma.
Proses perubahan atau transformasi inti atom yang tidak stabil menjadi atom yang lebih stabil
tersebut dinamakan peluruhan radioaktif.
Proses peluruhan radioaktif seringkali harus melalui beberapa intermediate (antara) sebelum
menjadi inti atom yang stabil. Jadi seringkali suatu radionuklida tidak berubah langsung menjadi
nuklida yang stabil, melainkan mengalami beberapa perubahan lebih dulu menjadi radionuklida yang
lain sebelum akhirnya menjadi nuklida yang stabil. Misalnya dari nuklida X yang tidak stabil berubah
menjadi nuklida Y yang juga masih tidak stabil kemudian berubah lagi menjadi nuklida Z yang stabil.
Peluruhan seperti ini dinamakan peluruhan berantai.
http://www.infonuklir.com 2009/4/16 2:30:30 - 2

0 komentar:

Posting Komentar

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template