Senin, 14 September 2009

PINTU IBLIS


Iblis adalah musuh bebuyutan manusia, yang diawali sejak Nabi Adam berada di surga. Akibat godaan iblis Adam harus rela meninggalkan surga bersama Hawa. Allah berfirman :

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari Keadaan semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." (Al-Baqarah : 36)



Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (Al-A'raf: 17).

Berdasarkan ayat tersebut di atas, dengan tegas setan menyatakan bahwa akan menggoda dengan berbagai cara memukul dan menyerang manusia dari segala arah, sehingga manusia tak berdaya dan menjadi kufur kepada Allah. Diingatkan agar umat Islam tidak mudah mengikuti langkah-langkah setan Allah berfirman:

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (Al-Baqarah: 168).



Banyak cara yang dilakukan setan untuk menyesatkan manusia :



Pertama : Kemiskinan, sehingga manusia menjadi kikir Allah berfirman :

Artinya : Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui. (Al-Baqarah: 268)

Kedua : Menyuruh kepada kejahatan, sehingga manusia lupa kebaikan.



Ketiga : Menciptakan permusuhan di antara sesama manusia, sehingga konflik dan perang terjadi di mana-mana Allah berfirman :

Artinya : Dan diantara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya Kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah Kami ambil Perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; Maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan. (Al-Maaidah: 14).

Keempat : Meniupkan angan-angan kosong, sehingga manusia malas berusaha dan bekerja keras, Allah berfirman :

Artinya : Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Itulah berbagai tipu daya setan untuk mengganggu dan menjerumuskan manusia ke lembah kehinaan. Dalam kitab Ihya' 'Ulum al-Din, Imam Ghazali menggambarkan hati orang mukmin ibarat sebuah benteng, sedangkan setan ibarat musuh yang akan merobohkan benteng itu. Maka untuk menjaga dan menyelamatkan benteng itu, kata Ghazali, orang mukmin harus menutup semua jalan masuk atau akses menuju benteng, sehingga setan tak dapat mendekat dan menguasainya. Namun, lanjut Ghazali, tak mungkin seseorang bisa menutup akses ke benteng itu bila tidak mengetahui jalan masuk atau pintu-pintunya. Ini berarti, tugas pertama yang harus dilakukan adalah mengenali pintu-pintunya, lalu menutupnya rapat-rapat sehingga musuh tidak bisa mendekat karena kehilangan akses. Di antara pintu-pintu yang harus dikenali itu, menurut Ghazali, adalah pintu amarah dan syahwat, pintu dengki dan iri hati, pintu makan minum secara berlebihan, pintu cinta dunia, pintu tergesa-gesa, dan pintu buruk sangka kepada sesama umat Islam. Dalam ilustrasi lain, Ghazali menggambarkan setan seperti anjing kelaparan yang selalu mendekat. Kalau hati kita kotor, itu merupakan ''santapan setan'' setan akan terus menyerang. Setan tidak akan lari hanya dengan gertakan atau dengan membaca ta'awwuz atau hawqalah. Tapi, kalau hati kita bersih, maka dengan hanya menyebut asma Allah, ia sudah lari terbirit-birit. Tipu daya setan sesungguhnya tidak berpengaruh bagi orang takwa yang jiwa dan hatinya bersih. Allah berfirman :



Artinya : Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. (Al-Nahl: 99).



Semoga kita mampu menutup segala yang akan menjadi pintu masuknya setan ke dalam diri kita, sehingga setan mengalami kesulitan apabila akan mengakses diri kita, karena kita akan senantiasa menjadi orang-orang yang bertaqwa dan mempunyai jiwa serta hati yang bersih.

Disarikan dari Buletin Pengajian:

"Fastabiqul Qairaat"

Masjid "Al-Amin" Genteng, Bwi



0 komentar:

Posting Komentar

Design by Abdul Munir Visit Original Post Islamic2 Template